Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menyalurkan tujuh traktor roda dua dan enam pompa air untuk mendukung target penanaman jagung seluas 150 hektare di enam kecamatan.
MARTAPURA – Pengembangan jagung pakan di Kabupaten Banjar mulai diperkuat melalui penyaluran tujuh unit traktor roda dua tipe rotary dan enam unit pompa air berukuran tiga inci kepada kelompok tani. Dukungan sarana pertanian yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar dalam kegiatan sosialisasi dan penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) di halaman Kantor Distan, Selasa (20/10/2026) pagi. Program ini menjadi bagian dari pengembangan budidaya jagung yang melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Bupati Banjar Saidi Mansyur, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, menekankan pentingnya pemeliharaan alsintan agar bantuan tersebut tidak hanya digunakan dalam waktu singkat, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani.
“Alat ini tolong dijaga, dirawat dan dipelihara. Jangan sampai setelah diterima justru kurang perawatannya,” pesannya, sebagaimana diberitakan InfoPublik, Rabu (21/10/2026).
Menurut Ikhwansyah, pemanfaatan alat pertanian secara tepat diharapkan dapat membantu kelompok tani meningkatkan produksi jagung. Optimalisasi bantuan juga dinilai penting untuk mendukung ketersediaan pangan di tingkat daerah maupun nasional.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita menjelaskan, program pengembangan jagung tersebut mendapat dukungan Kementerian Pertanian dengan target luas tanam mencapai 150 hektare. Bantuan alsintan yang disalurkan merupakan hasil usulan Kepolisian Resor (Polres) Banjar untuk menunjang kegiatan kelompok tani di enam kecamatan.
“Enam kecamatan yang menjadi wilayah sasaran penanaman jagung tersebut meliputi Kecamatan Sungai Tabuk, Martapura, Simpang Empat, Sungai Pinang, Astambul, dan Mataraman,” tambahnya.
Meski sarana dan bibit telah disiapkan, pelaksanaan penanaman masih menyesuaikan kondisi cuaca. Warsita menyebut musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Banjar membuat realisasi tanam belum berjalan optimal.
“Kalau sudah memasuki musim hujan, penanaman akan segera dilaksanakan. Persiapan lahan sudah mulai dilakukan dan bibit juga sudah tersedia,” jelasnya.
Pengembangan jagung diharapkan dapat menjadi alternatif usaha tani selain padi yang selama ini menjadi salah satu komoditas andalan Banjar. Apabila hasil panen memberikan prospek yang baik, minat petani untuk menanam jagung berpeluang meningkat dan membuka ruang pengajuan tambahan sarana pertanian untuk memperluas areal tanam pada tahap berikutnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan