Kaltara Bidik Kategori Sangat Inovatif, 167 Peserta Lolos Seleksi

Sebanyak 167 peserta lolos seleksi administrasi Lomba Inovasi Daerah Kaltara 2026, dengan harapan menghasilkan gagasan terapan yang mendukung ketahanan pangan, energi, dan peningkatan pelayanan publik.

TANJUNG SELOR – Sebanyak 167 inovator berhasil melewati seleksi administrasi Lomba Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 dan berpeluang menghadirkan gagasan yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berharap kompetisi ini menghasilkan solusi nyata, terutama dalam penguatan ketahanan pangan, energi, dan peningkatan pelayanan publik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara Bertius mengatakan, dari 170 peserta yang mendaftar, sebanyak 167 dinyatakan lolos seleksi administrasi. Penilaian final berlangsung selama dua hari, yakni 21–22 Oktober 2026, di Hotel Luminor, Tanjung Selor.

Lomba tahun ini mengusung tema “Inovasi Daerah Berbasis Potensi Lokal untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi serta Mewujudkan Ekonomi Kalimantan Utara yang Produktif dan Inklusif.” Tema tersebut diarahkan untuk mendorong lahirnya gagasan yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Melalui lomba ini, kami berharap inovasi tumbuh di semua kalangan. Baik di lingkungan pemerintah, sekolah, kampus, maupun masyarakat, sehingga setiap pihak terus melakukan perbaikan dalam kegiatannya masing-masing,” kata Bertius, sebagaimana diberitakan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kaltara, Rabu (21/10/2026).

Menurut Bertius, kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang untuk memamerkan ide, tetapi juga menjadi sarana menjaring inovasi terapan yang terukur, berkelanjutan, dapat direplikasi, dan berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan dasar. Pelaksanaannya turut mendukung pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta peningkatan Indeks Inovasi Daerah (IID).

Saat ini, IID Kaltara tercatat sebesar 50,84 dan masih masuk kategori inovatif. Bapperida menargetkan skor tersebut meningkat hingga mencapai kategori sangat inovatif, yakni 60 ke atas. Untuk mencapai sasaran itu, pemerintah daerah membutuhkan gagasan yang tidak berhenti pada tahap kompetisi, tetapi dapat diimplementasikan di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap lomba ini tidak hanya mendukung target pembangunan daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk menyerap ide-ide baru dari para inovator,” ujarnya.

Kompetisi ini mencakup lima kategori, yaitu Gagasan/Ide Pelayanan Dasar, Aparatur Sipil Negara (ASN) kabupaten/kota, masyarakat, ASN provinsi, serta pelajar/mahasiswa. Pada Rabu (21/10), penilaian diikuti 21 finalis dari kategori masyarakat, ASN provinsi, dan Gagasan/Ide Pelayanan Dasar. Sementara itu, pada Kamis (22/10), penilaian dijadwalkan berlanjut dengan 14 finalis dari kategori pelajar/mahasiswa dan ASN kabupaten/kota.

Dari rangkaian penilaian tersebut, panitia akan menetapkan 35 kandidat pemenang untuk kemudian menentukan juara pertama, kedua, ketiga, serta empat juara harapan pada masing-masing kategori. Pengumuman pemenang direncanakan pada 25 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltara, jika tidak ada kendala.

Bertius menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kompetisi bukan hanya jumlah peserta atau penghargaan yang diberikan, melainkan juga manfaat inovasi setelah lomba berakhir. Ia berharap gagasan yang dinilai layak dapat diterapkan, dikembangkan, dan digunakan kembali oleh pihak lain.

“Kami berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada perlombaan. Inovasi tersebut harus bisa diterapkan di lingkungan masing-masing dan, jika memungkinkan, dikembangkan serta direplikasi oleh pihak lain,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan agar inovasi potensial dapat berlanjut ke tahap penerapan. Karena itu, Bapperida berharap dunia usaha dan sponsor turut berperan dalam pengembangan gagasan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Proses penilaian melibatkan unsur pemerintah, lembaga riset, akademisi, mitra pembangunan, perbankan, dan media. Sejumlah lembaga yang berpartisipasi antara lain Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Kaltara, Universitas Borneo Tarakan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bulungan, Bank Indonesia, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Global Green Growth Institute (GGGI), tenaga ahli program SKALA, Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kaltara, serta Tenaga Ahli Gubernur.

Bertius mengapresiasi partisipasi para peserta dan mengingatkan seluruh inovator agar menjaga sportivitas dalam kompetisi. Ia berharap setiap gagasan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan, menjawab kebutuhan masyarakat, serta memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas demi mendorong kemajuan Kaltara. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *