Israel Resmi Jadi Mitra Forum Kepulauan Pasifik, Bidik Kerja Sama Iklim

Israel resmi menjadi mitra sektoral Forum Kepulauan Pasifik dan menawarkan keahlian dalam pengelolaan air, pertanian, serta adaptasi perubahan iklim di tengah persaingan pengaruh global di kawasan tersebut.

SUVA – Persaingan pengaruh negara-negara besar di kawasan Pasifik menjadi latar penting bagi masuknya Israel sebagai mitra sektoral Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/PIF). Keanggotaan kemitraan yang diumumkan Kementerian Luar Negeri Israel pada Rabu (21/10/2026) itu membuka ruang kerja sama di bidang pengelolaan air, pertanian, adaptasi perubahan iklim, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Israel menyatakan akan memanfaatkan keahlian teknologinya untuk mendukung kebutuhan pembangunan negara-negara kepulauan di Pasifik. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan diplomatik dengan kawasan yang memiliki arti strategis di tengah persaingan ekonomi dan militer global.

“Kerja sama ini akan berfokus pada prioritas regional, dengan memanfaatkan keahlian Israel dalam pengelolaan air, desalinasi, pertanian, adaptasi perubahan iklim, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (21/10/2026).

Salah satu bidang yang ditawarkan adalah desalinasi, yakni proses mengurangi kadar garam dalam air laut atau air payau agar dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk konsumsi dan pertanian. Keahlian tersebut dinilai relevan bagi negara-negara kepulauan yang menghadapi tantangan dalam menjamin ketersediaan air bersih dan memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

Pengumuman kemitraan itu bertepatan dengan kunjungan Eynat Shlein, kepala Badan Bantuan Internasional Israel atau MASHAV, ke Fiji dan Samoa. Dalam pertemuan dengan perwakilan Forum Kepulauan Pasifik, kedua pihak membahas kebutuhan pembangunan dan peluang pertukaran pengetahuan.

Melalui pernyataan di Facebook, PIF menyebut pertemuan dengan Shlein memberi kesempatan bagi negara-negara anggota untuk menyampaikan “tantangan pembangunan dan kebutuhan peningkatan kapasitas”. Pertemuan itu juga “menjajaki peluang praktis untuk pertukaran pengetahuan dan kemitraan”.

Forum Kepulauan Pasifik beranggotakan 18 negara dan memiliki sekitar 30 mitra pembangunan, termasuk Amerika Serikat, China, Prancis, dan Inggris. Banyaknya mitra tersebut menggambarkan posisi strategis kawasan Pasifik, yang menjadi perhatian berbagai negara dalam memperluas hubungan diplomatik, ekonomi, dan keamanan.

Para pemimpin Pasifik sebelumnya menyepakati reformasi skema kemitraan dengan negara-negara di luar kawasan. Skema baru itu membagi kemitraan ke dalam dua kategori, yakni mitra strategis dan mitra sektoral. Israel kini masuk melalui kategori mitra sektoral.

Penguatan hubungan Israel dengan kawasan Pasifik juga terlihat dari perkembangan hubungan diplomatiknya dengan sejumlah negara. Nauru membuka kedutaan besar di Yerusalem pada September 2026, sementara Papua Nugini dan Fiji telah memiliki kedutaan di kota tersebut. Samoa juga dijadwalkan membuka kedutaan di Yerusalem pada akhir tahun ini.

Israel sendiri membuka kedutaan besar di Fiji pada awal 2026. Perwakilan tersebut turut melayani sembilan negara kepulauan Pasifik lainnya yang memiliki hubungan bersahabat dengan Israel. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar juga mengunjungi kantor pusat PIF di Suva pada Juni 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan regional.

“Memperkuat hubungan dengan negara-negara Kepulauan Pasifik merupakan salah satu prioritas menteri luar negeri,” kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataannya.

Meski demikian, Forum Kepulauan Pasifik belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan komentar mengenai pengumuman Israel sebagai mitra sektoral. Kerja sama tersebut selanjutnya akan bergantung pada pelaksanaan program yang sesuai dengan prioritas negara-negara anggota, terutama dalam menghadapi persoalan air bersih, ketahanan pangan, dan perubahan iklim. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *