2 Kebakaran, Seorang Petugas Damkar ‘Tumbang’

SAMARINDA – Kebakaran terjadi di dua tempat, di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kemarin (29/7/2014). Selain menyebabkan belasan rumah ludes dilahap si jago merah, seorang petugas pemadam kebakaran, Jamaludin (60), meninggal sedang bertugas untuk kedua kalinya di lokasi kebakaran di Jl Lumba-lumba, Selili, Samarinda.

Terkait meninggalnya Jamaludin, diduga akibat terkena serangan jantung. Jenazah kini disemayamkan di rumah duka. Keterangan diperoleh menyebutkan, Jamaludin yang bertugas di satuan pemadam kebakaran swasta Yong Jing, tiba di lokasi kebakaran bersama rekan-rekannya. Belakangan, Jamaludin yang kerap disapa Kai Jamal itu terjatuh dan pingsan.

“Teman-teman pemadam tadi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) membawa beliau ke RS Islam yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Upaya sudah maksimal, beliau tidak bisa diselamatkan,” kata Wakil Ketua PMK Yong Jing Samarinda, Rusli Chandra, Selasa (29/7/2014) malam.

Rusli menjelaskan, Jamaludin sempat bertugas ikut memadamkan kebakaran di Jl Slamet Riyadi yang menghanguskan lebih dari 5 rumah. Bahkan, sore tadi juga korban sempat makan bareng bersama rekan-rekan sesama petugas pemadam. “Diduga beliau terkena serangan jantung dan juga sepertinya kelelahan,” kenang Rusli.

KEBAKARAN DI KARANG ASAM

Kebakaran di Jalan Slamet Riyadi, Samarinda yang berhasil diabadikan salah seorang pengendara motor.

Di sore harinya, kebakaran menghanguskan 7 rumah di Jl Slamet Riyadi, Karang Asam Ilir, Samarinda. Penyebabnya bukan seperti yang disebut dalam berita di media ini sebelumnya, melainkan akibat api menyambar tangki bensin motor.

Keterangan dihimpun di lokasi, api mulai berkobar sekitar pukul 14.00 WITA. Pemilik rumah sekaligus digunakan untuk warung makan nasi goreng, Wahdi, tengah mengisi bensin yang dibeli eceran untuk motornya.

“Dia (Wahdi) mengisi bensin (eceran), ditinggalnya sebentar ke dalam rumahnya. Tapi ada anak-anak main api dekat motor, langsung menyambar,” kata salah seorang warga yang juga korban kebakaran, Wahyu (51), kepada wartawan di lokasi.

Wahyu yang keseharian kediamannya juga digunakan sebagai warung makan itu berada persis bersebelahan dengan rumah Wahdi. Tak pelak lagi, rumahnya pun ikut hangus terbakar di tengah panas matahari yang menyengat.

“Langsung cepat membesar apinya. Saya di dalam rumah cuma bisa menyelamatkan televisi saja,” ujar Wahyu.

“Suasananya kan masih suasana lebaran kedua. Banyak warga yang masih bersilaturahim ke rumah keluarga masing-masing. Banyak barang-barang yang tidak bisa diselamatkan,” tambah warga setempat lainnya, Taufan.

Tiga rumah yang berada di pinggir jalan termasuk rumah Wahyu dan Wahdi, serta
4 rumah lainnya di bagian belakangnya, ludes dilahap si jago merah. Sedikitnya 15 unit pemadam diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Sekitar pukul 15.30 WITA api benar-benar berhasil di padamkan meski menggunakan air selokan sebagai sumber air.

Pengamatan detikcom, sejumlah orang digiring ke Mapolresta Samarinda berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian untuk dimintai keterangan terkait musibah tersebut. Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Feby DP Hutagalung menerangkan pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut.  “Masih kita selidiki,” ucapnya singkat. [] DTC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com