ABG 14 Tahun Banjarmasin Jadi Korban Pencabulan Sang Ayah, Usai di Hamili Teman Prianya

BANJARMASIN – Nasib pilu menimpa bocah perempuan berusia 14 tahun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Bocah yang tengah hamil 7 bulan itu dilaporkan menjadi korban pencabulan ayah kandungnya sendiri, SR (41). Korban diketahui mengandung 7 bulan setelah dihamili oleh teman prianya. Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sutrisno, mengatakan bahwa korban dicabuli sang ayah saat ibunya tak berada di rumah.

Korban dibujuk dan dipaksa untuk berhubungan badan, korban sempat menolak dan berontak tetapi tak kuasa menahan kelakuan ayahnya. Saat peristiwa bejat itu sedang terjadi, tiba-tiba terdengar suara orang datang, pelaku pun menghentikan aksi bejatnya. AKBP Sutrisno mengatakan korban kemudian pergi dari rumah usai dicabuli sang ayah kandung. Korban memilih untuk menginap di rumah neneknya.

“Usai digagahi oleh bapaknya, korban memilih meninggalkan rumah dan menginap di rumah neneknya,” ujar Sutrisno, dalam keterangannya yang diterima, Jumat (02/02/2024). Korban yang tengah hamil 7 bulan itu kemudian menceritakan apa yang dialami kepada sang nenek. Mendengar pengakuan cucunya, nenek korban lantas mengumpulkan anggota keluarga. “Dan pihak keluarga pun akhirnya memutuskan untuk melaporkan ke Polda Kalsel,” ujar dia.

Mendapat laporan dari keluarga korban, petugas bergerak cepat memburu pelaku. Pelaku pun berhasil ditangkap tanpa perlawanan. “Hingga saat ini kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Sutrisno. Dalam sebuah kesempatan, pelaku mengaku mencabuli anak kandungnya karena kesal korban tak mau mengaku siapa teman pria yang menghamilinya.

“Saya kesal dia tidak mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya, siapa yang melakukan hal tidak senonoh sehingga hamil 7 bulan,” ujar pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Hukuman terhadap pelaku bisa saja bertambah sepertiga vonis hukuman, sebab pelaku adalah orang tua kandung korban yang seharusnya melindungi, malah justru mencabuli anaknya.

Redaksi 02

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Verified by MonsterInsights