Film Horor Jadi Sorotan Usai kontroversi Kiblat, Ini Kata Sani

PARLEMENTARIA SAMARINDA – FILM Horor berjudul Kiblat bernuansa religi akhir-akhir ini menuai soroton pedas dari beberapa kalangan masyarakat. Karena dianggap kontroversi yang menggunakan unsur Islam hingga muncul seruan “Boikot Film Horor Menyesatkan”.

Hal itu mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Sani bin Husain. Dia ikut mengecam film horor yang bernuansa religi untuk ditayangkan di seluruh bioskop di Kota Samarinda.

“Saya mengecam film-film horor yang menggunakan ibadah umat Islam sebagai latar belakang. Jadi orang takut sholat, takut ambil air wudhu. Saya mengecam betul, kalau bisa di Kota Samarinda engga usah diputar di bioskop,” ujar Sani, sapaan akrabnya kepada awak media di Samarinda, Selasa (02/04/2024).

Sani menegaskan seruan boikot film horor yang bernuansa religi. Sebab menurutnya, film tersebut bisa membuat masyarakat takut untuk beribadah karena terbayang adegan dari film yang ditonton. Pihaknya juga mengajak pengelola bioskop yang ada di Samarinda untuk tidak menayangkan Film Kiblat.

“Saya tidak ingin itu diputar di Kota Samarinda. Saya mengecam keras itu film. Saya bukan pembenci film, tapi penikmat film. Saya juga sering nonton sama teman-teman tapi film yang membawa nafas agama, film horor bisa membuat takut ibadah sehingga saya serukan pada semua pemilik theater untuk tidak memputar film itu,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtra (PKS) ini.

Dia melanjutkan, pihaknya berharap ada tindakan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Samarinda terkait film-film horor yang menyesatkan dan dapat memberi dukungan penuh terhadap pernyataannya.

“Nanti pasti ada tindakan kalau berita ini sampai kepada OPD atau mitra kerja saya. Depertemen Agama, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, tolong statemen saya didukung penuh sebagai mitra yang harmonis dan penuh kekeluargaan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Sani berpesan, warga Samarinda lebih baik menonton film komedi. Jangan menonton film yang melemahkan mental dan hanya membuat orang takut. Namun sebaliknya kata dia, kalau film komedi dapat membuat senang sehingga tertawa.

“Saya menyarankan untuk menonton film komedi saja, karena film horor akan menambah takut masyarakat, sehingga dapat merusak aqidah dan merusak keberanian anak muda Indonesia,” tutup wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Samarinda Ulu ini. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Agus P Sarjono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com