Aktivitas PETI Akibatkan Air Bersih di Bengkayang Tercemar

BENGKAYANG – Sehubungan dengan Areal Intake Madi yang tercemar akibat adanya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Hulu Intake Madi tepatnya di Gunung Baliat, Dusun Madi, Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar. Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Lumar Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Kompi B Zipur 6/SD dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bengkayang segera mengambil langkah cepat untuk menanggapi hal tersebut.

Informasi yang didapat dari pihak Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Bengkayang, Wardi, pada Rabu (01/05/20244) bahwa kondisi air di lokasi intake Madi dalam keadaan keruh diduga akibat adanya aktivitas PETI di Hulu Intake Madi. “Benar, kondisi air di Hulu Intake Madi dalam keadaan keruh, diduga akibat adanya aktivitas PETI. Oleh karena itu, kami melaporkan ke Tim Terpadu dari unsur OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) hingga aparat TNI/Polri,” ucap Wardi.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pada Kamis (02/05/2024) yang lalu, Kapolsek Lumar bersama anggotanya dan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Security Intake Madi segera melakukan patroli dan pengecekan ke Hulu Intake Madi dan melakukan penertiban apabila didapati pekerja yang sedang melakukan aktivitas ilegal.

“Saat tiba di Hulu Intake PDAM tepatnya di Gunung Baliat, tidak kami temukan pekerja PETI, namun masih ditemukan adanya aktivitas PETI dan beberapa alat masak berisi makanan yang kemungkinan baru ditinggalkan para pelaku,” ungkap Kapolsek Lumar Inspektur Polisi Dua (IPDA) Wahyudi.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi oleh media, Kapolres Bengkayang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teguh Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas kepada pelaku PETI yang masih melakukan aktivitas ilegal tersebut. “Sedang kami selidiki pelakunya. Berbagai upaya sudah kami lakukan, baik dari persuasif, imbauan, patroli dan represif bahkan melalui adat juga sudah dilakukan namun masih diabaikan,” kata Kapolres saat dikonfirmasi media, Sabtu (04/05/2024).

“Tentunya dari Tim Terpadu yaitu dari unsur OPD hingga aparat TNI/Polri akan menuntaskan masalah ini sampai ke akar-akarnya sehingga tidak terulang kembali,” tegas Kapolres. Kemudian, setelah dilakukan penyelidikan terkait aktivitas ilegal tersebut, beberapa hari lalu, Minggu (05/05/2024) pagi dilakukan kembali patroli dan sambang yang dipimpin oleh Kapolsek Lumar bersama Danki B Zipur 6/SD terhadap terduga pelaku PETI di Hulu Intake Madi tepatnya di Gunung Baliat.

Jarak tempuh yang dilalui personel dari Intake Madi menuju ke lokasi PETI kurang lebih memakan waktu sekitar 40 menit dengan berjalan kaki dan medan yang cukup berat. “Pada patroli kali ini, kami libatkan 4 personel Polsek Lumar, Danki B Zipur bersama 7 personelnya dan 2 anggota PDAM Bengkayang,” pungkas Kapolsek Lumar.

Lebih dalam dikatakannya, saat itu pula ia memberikan pemahaman dan peringatan terakhir kepada para terduga pelaku PETI untuk tidak lagi melakukan aktivitas ilegal dan apabila masih ditemukan, maka pihaknya akan melakukan upaya hukum. “Saat tiba dilokasi, kami dapatkan 10 orang pria yang diduga merupakan para pekerja aktivitas PETI di Hulu Intake Madi,” terang Wahyudi.

“Kami tekankan, tidak ada lagi yang melakukan aktivitas PETI. Ini merupakan perbuatan yang merugikan banyak orang dan tentunya dapat dijerat pidana. Ini upaya terakhir kami, dan apabila tidak diindahkan maka akan dilakukan penindakan hukum,” tegas Kapolsek. Untuk diketahui, Areal Intake Madi merupakan sumber air bersih yang sampai saat ini menjadi ujung tombak untuk dikonsumsi ribuan warga di Kota Bengkayang, Kecamatan Lumar, dan Kecamatan Bengkayang. []

Redaksi07

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com