Pria Tusuk Perut Sendiri Lalu Buat Laporan Palsu, Ini kata Deni

PARLEMENTARIA SAMARINDA – MALU tak punya untuk memberikan mahar pernikahan kepada calon istrinya, seorang pria berinisial FA (25) nekat menusuk perutnya sendiri dengan gunting.

Kejadian itu kemudian berbuntut panjang setelah pemuda asal Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini membuat laporan palsu kepada polisi bahwa dirinya telah dibegal di kawasan Anggana, Kabupaten Kutai kartanegara (Kukar).

Mendapat laporan itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Anggana pun melakukan penyelidikan. Namun setelah ditelusuri, polisi mendapatkan keterangan janggal dari FA. Hingga akhirnya FA mengaku kasus tersebut hanya rekayasa.

Dia mengaku malu karena telah berjanji akan memberikan mahar sebesar Rp70 juta kepada calon istrinya. Namun kenyataannya FA tidak memiliki uang tersebut. Sehingga dia pun merekayasa kasus, seolah-olah dibegal saat berada di Jalan poros Makroman-Sidomulyo.

Menyikapi kejadian tersebut, Sekertaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan pemuda tersebut tidak memiliki benteng yang kuat dalam menghadapi hidup. Dia pun menegaskan perlunya pendidikan agama untuk membentengi mental dan prilaku manusia.

“Perlunya benteng agama, artinya kalau kita memiliki benteng yang kuat maka kita juga akan memiliki mental yang kuat. Karena terkadang kondisi ekonomi mempengaruhi pada perbuatan kita,” kata politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Dia menilai pemuda tersebut nekat menusukkan gunting ke bagian perutnya sendiri karena merasa terdesak dan mencari alasan untuk menutupi kebohongannya dengan merancang skenario seolah-olah menjadi korban begal.

“Pemuda ini telah melakukan rekayasa mungkin disaat itu dia panik dan kalut ketika ada kepentingan yang tidak bisa jalankan,” ujar Deni, kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya Lantai 4 Gedung DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Jumat (31/05/2024).

Dalam kesempatan itu Deni menghimbau, para generasi muda dapat membentuk mental yang kuat dengan mempertebal ilmu agama. Sehingga dapat berpikir dahulu sebelum melakukan perbuatan yang dapat melanggar norma yang berlaku di masyarakat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya pemuda, untuk membentengi diri dengan kegiatan agama agar memiliki mental yang kuat. Mungkin dia tidak merugikan orang lain, tapi di satu sisi menimbulkan kehebohan yang mengganggu kenyamanan,” tuturnya.

Deni juga berharap, kasus laporan palsu itu dapat menjadi pelajaran penting tentang kejujuran dalam hubungan bagi para pemuda. Apalagi jika masalahnya adalah tekanan finansial, yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan ekstrim.

“Kami harapkan generasi muda dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Ayo kita tanamkan hidup sehat dan mendidik diri kita dengan ajaran agama, supaya saling mengisi antara ilmu pengetahuan dengan ajaran agama,” tutup Deni. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Agus P Sarjono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com