PLN menargetkan mesin pembangkit baru berkapasitas 5 MW mulai masuk ke sistem kelistrikan Kutai Barat pada minggu pertama November 2026 untuk membantu mengatasi pemadaman bergilir.
KUTAI BARAT – Mesin pembangkit baru berkapasitas 5 megawatt (MW) ditargetkan mulai memasok listrik ke sistem kelistrikan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) pada minggu pertama November 2026. Kehadiran mesin yang tiba pada 20 Oktober itu diharapkan membantu mengatasi pemadaman listrik bergilir akibat gangguan pada sejumlah mesin pembangkit.
Target tersebut disampaikan Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kutai Barat, Agung Putra Raharjo, saat menerima kunjungan Wakil Bupati (Wabup) Kubar Nanang Adriani, Jumat (23/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk mengevaluasi penanganan gangguan sekaligus mendorong percepatan pemulihan pasokan listrik bagi masyarakat.
“Kami mengupayakan semaksimal mungkin agar proses pemasangan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Jika tidak ada kendala, kami menargetkan mesin baru sudah dapat masuk ke sistem pada minggu pertama November 2026,” jelasnya.
Sebelum meninjau lokasi mesin baru di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sendawar, Nanang menggelar rapat bersama jajaran PLN di Kantor PLN Rayon Melak. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Pihak PLN menjelaskan, gangguan pelayanan listrik dipicu kendala pada sejumlah mesin pembangkit. Kondisi tersebut berdampak pada pasokan listrik yang diterima masyarakat, sehingga penanganan gangguan dan penambahan kapasitas pembangkit menjadi bagian dari upaya pemulihan.
“Pemerintah daerah tentu perlu mengetahui penyebab kondisi ini karena masyarakat Kutai Barat yang merasakan dampaknya. Kami memahami adanya kendala yang dihadapi PLN, tetapi tentu berharap permasalahan ini tidak berlarut-larut. Kami mengapresiasi upaya PLN, termasuk mendatangkan mesin baru, dan berharap kondisi listrik segera membaik,” ujar Nanang.
Mesin berkapasitas 5 MW tersebut belum langsung beroperasi setelah tiba di Kubar. PLN masih harus menyelesaikan pemasangan dan persiapan operasional sebelum unit itu dapat terhubung dengan sistem kelistrikan. Karena itu, target pengoperasian pada awal November masih bergantung pada kelancaran proses tersebut.
Selain percepatan perbaikan, penyampaian informasi kepada pelanggan juga menjadi perhatian. Agung mengatakan PLN menggunakan saluran resmi WhatsApp PLN WLP Melak untuk memberikan pemberitahuan terkait gangguan dan perkembangan penanganan layanan listrik.
Agung turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas dukungan serta pengawalan selama proses pengiriman mesin hingga tiba di Melak. Koordinasi lintas pihak dinilai membantu kelancaran distribusi peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung pemulihan pasokan.
Dalam peninjauan tersebut, Nanang didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Mobilala, Camat Melak Asrin Suriyanto, Sekretaris Lurah (Seklur) Melak Ulu Suparman, serta perwakilan Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kubar, Yonalia. Informasi mengenai kunjungan dan target pengoperasian mesin tersebut sebagaimana diberitakan Kominfokubar, Jumat, (23/10/2026).
Masyarakat kini menantikan realisasi target pengoperasian mesin baru tersebut untuk mengetahui sejauh mana penambahan kapasitas dapat membantu mengurangi gangguan listrik. Pemkab Kubar berharap koordinasi dengan PLN terus berjalan agar pemulihan layanan berlangsung sesuai jadwal dan pasokan listrik bagi warga kembali membaik. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan