Pemprov Kalimantan Utara meningkatkan kemampuan bendahara pengeluaran melalui bimbingan teknis dan kerja sama dengan Bankaltimtara guna memperkuat transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah berbasis digital.
TANJUNG SELOR – Kesiapan aparatur dalam mengelola transaksi keuangan berbasis digital menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Peningkatan kemampuan bendahara pengeluaran dinilai penting untuk memastikan sistem pengelolaan keuangan daerah berjalan transparan, akuntabel, dan efisien di tengah perkembangan teknologi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka Transformasi Digital Keuangan Daerah Provinsi Kaltara yang berlangsung di PT BPD Bankaltimtara Kantor Cabang (KC) Tanjung Selor, Jalan Jelarai, Rabu (04/11/2026). Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto.
Denny menilai keberhasilan digitalisasi pengelolaan keuangan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan aplikasi dan infrastruktur teknologi. Kemampuan aparatur dalam memahami serta menjalankan sistem tersebut juga menjadi faktor penting agar proses administrasi keuangan dapat berlangsung sesuai ketentuan.
“Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Karena itu, aparatur pemerintah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menyesuaikan cara kerja dengan sistem yang semakin modern,” kata Denny sebagaimana diberitakan DKISP, Rabu (04/11/2026).
Ia menjelaskan, perubahan menuju sistem digital harus diikuti pembaruan pola kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penyederhanaan proses bisnis, serta pembentukan budaya kerja yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dalam pelaksanaannya, bendahara pengeluaran memiliki tanggung jawab penting karena berhubungan langsung dengan proses administrasi dan transaksi keuangan pemerintah daerah. Oleh sebab itu, mereka dituntut mampu mengoperasikan sistem digital, memahami mekanisme transaksi elektronik, melakukan verifikasi secara teliti, serta menjaga keamanan data dan dokumen keuangan.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, profesionalisme dan kompetensi para bendahara pengeluaran semakin meningkat sehingga mereka lebih siap menghadapi perubahan sistem pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas aparatur, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltara dan Bankaltimtara. Kesepakatan itu berkaitan dengan kolaborasi pengembangan kompetensi ASN dan kemitraan strategis sektor perbankan melalui Program KOMPAS KALTARA.
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani Pimpinan Cabang Bankaltimtara KC Tanjung Selor Hery Aryanto bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPSDM Kaltara Sipta Meylina Denny Harianto.
Bimtek ini juga dihadiri Pemimpin Kantor Wilayah Bankaltimtara Kaltara Islam Kurniawan Nur. Sejumlah pemateri turut dihadirkan, yakni Jeki Ansari dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kaltara, serta Firlhi Kurniawan, Yuan Regiyana, Aji Muhammad Leonardo, dan Nuradlina dari Bankaltimtara.
Sementara itu, Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Simon Saimima menyampaikan materi secara virtual.
Melalui penguatan kompetensi dan kerja sama lintas sektor tersebut, Pemprov Kaltara diharapkan mampu membangun tata kelola keuangan daerah yang semakin modern. Kesiapan bendahara pengeluaran dalam mengoperasikan sistem digital juga diharapkan dapat meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan