Dua ABK yang sempat kabur saat pemeriksaan dalam operasi gabungan di Kampung Nelayan, Bontang, ditemukan positif amfetamin dan metamfetamin serta dibawa ke Polres untuk menjalani asesmen.
BONTANG – Dua anak buah kapal (ABK) yang sempat melarikan diri saat pemeriksaan urine dalam operasi pemberantasan narkoba di Kampung Nelayan, Prakla, Kelurahan Berbas Pantai, Kota Bontang, akhirnya ditemukan dan dinyatakan positif menggunakan narkoba. Keduanya terindikasi mengonsumsi amfetamin dan metamfetamin berdasarkan hasil pemeriksaan pada Sabtu (17/10/2026) malam.
Kedua ABK tersebut diamankan setelah petugas gabungan menggelar operasi di kawasan Kampung Nelayan dan tempat hiburan malam (THM) di Prakla sekitar pukul 22.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Sekitar 42 menit kemudian, pada pukul 22.42 Wita, pemeriksaan menemukan dua orang positif narkoba.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bontang Anak Agung Gede Wibowo melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Rakib Rais menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kedua ABK positif mengandung amfetamin dan metamfetamin. Mereka kemudian dibawa ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bontang untuk menjalani asesmen lebih lanjut.
“Ada kami dapat dua orang positif narkoba jenis sabu,” ucap Rakib Rais.
Menurut Rakib, penanganan terhadap keduanya akan ditentukan berdasarkan hasil asesmen dan prosedur yang berlaku. Ia menyebutkan, keduanya direncanakan menjalani rehabilitasi, sementara petugas masih mendalami perkara tersebut.
“Nanti akan direhab. Kami masih dalami dulu,” sambungnya.
Sebelumnya, dalam operasi yang melibatkan petugas gabungan itu, polisi memeriksa para ABK melalui tes urine untuk memastikan ada atau tidaknya penggunaan narkoba. Ketika petugas membawa para ABK satu per satu untuk menjalani pemeriksaan, dua orang sempat melarikan diri sehingga aparat melakukan pengejaran.
Kabag Ops Rakib Rais sebelumnya menyatakan bahwa petugas mendatangi lokasi untuk memastikan tidak terjadi peredaran narkoba di kawasan tersebut. Pernyataan itu sebagaimana diberitakan sumber berita, Minggu, (18/10/2026).
“Kami sudah kejar dia. ABK ada dua orang yang kabur. Padahal, kami datangnya baik-baik ingin memastikan peredaran narkoba tidak ada,” ucap Rakib Rais.
Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memeriksa dugaan penyalahgunaan narkoba di kawasan pesisir Bontang. Hasil pemeriksaan terhadap kedua ABK akan menjadi dasar bagi penanganan lanjutan, termasuk penentuan langkah rehabilitasi sesuai prosedur yang berlaku. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan