Tiga Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi

Tiga korban ledakan Depot Nasi Tempong Sri Dewi di Pakuwon City mengalami luka bakar 20 hingga 25 persen dan kini menjalani pemantauan intensif setelah operasi.

SURABAYA – Tiga korban ledakan Depot Nasi Tempong Sri Dewi di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menjalani operasi setelah mengalami luka bakar hingga 25 persen. Ketiganya kini mendapat perawatan dan pemantauan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya.

Direktur RSUD Dr Soetomo Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan, ketiga korban terdiri atas satu perempuan dan dua laki-laki. Mereka dibawa ke rumah sakit setelah ledakan terjadi pada Selasa (06/10/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, luka bakar yang dialami para korban berkisar 20 hingga 25 persen dan terdapat pada sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, kepala, leher, dada, serta anggota gerak.

“Ketiganya mengalami luka bakar sekitar 20 hingga 25 persen yang tersebar di area wajah, kepala, leher atau dada dan anggota gerak lainnya,” kata Cita, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu, (07/10/2026).

Selain luka bakar, tim medis mencurigai adanya *inhalation injury* atau gangguan saluran pernapasan akibat menghirup asap panas maupun gas beracun, serta *blast injury* atau cedera yang ditimbulkan oleh efek ledakan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dilakukannya tindakan operasi.

“Ketiga pasien telah menjalani tindakan operasi pada Selasa (06/10/2026). Setelah menjalani tindakan operasi, ketiga pasien saat ini mendapatkan perawatan dan pemantauan di Ruang Observasi Intensif (ROI) pascaoperasi,” ujarnya.

Menurut Cita, perawatan di ROI diperlukan agar kondisi ketiga pasien dapat dipantau secara intensif setelah operasi. Pemantauan mencakup perkembangan luka bakar, fungsi pernapasan, serta kondisi umum masing-masing korban.

“Perawatan di ROI dilakukan untuk memastikan kondisi ketiga pasien dapat dipantau secara intensif setelah tindakan operasi, termasuk perkembangan kondisi luka bakar, fungsi pernapasan, serta kondisi umum pasien,” ujarnya.

Cita memastikan penanganan terhadap ketiga korban disesuaikan dengan kondisi medis dan kebutuhan masing-masing. Tim medis akan mengevaluasi perkembangan pasien secara berkala sebelum menentukan tindakan lanjutan.

“Tim medis akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasien serta menentukan langkah penanganan selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi klinis,” katanya.

Ledakan yang terjadi di Depot Nasi Tempong Sri Dewi, Jalan Kalisari Utara, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10) pagi, sebelumnya menyebabkan lima orang terluka. Dampak ledakan juga cukup luas dengan kerusakan pada 58 bangunan yang terdiri atas 42 ruko dan 16 rumah warga. Tiga kendaraan roda dua dan lima kendaraan roda empat turut mengalami kerusakan.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya Luthfie Sulistiawan mengatakan, hasil pendalaman kepolisian menunjukkan pusat ledakan berasal dari tiga tabung *liquefied petroleum gas* (LPG) berkapasitas 50 kilogram yang mengalami kebocoran pada bagian pipa.

Luthfie menyebut indikasi kebocoran sebenarnya telah diketahui pekerja rumah makan sesaat sebelum ledakan. Kondisi tersebut ditandai dengan tercium bau gas ketika aktivitas memasak berlangsung.

“Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan,” kata Luthfie.

Penanganan medis terhadap tiga korban kini berlanjut melalui pemantauan intensif untuk memastikan perkembangan luka bakar dan fungsi pernapasan tetap terkendali. Evaluasi kondisi pasien akan menjadi dasar bagi tim medis dalam menentukan penanganan berikutnya. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *