Pemkot Palangka Raya menggelar puncak Pemilihan Duta Baca 2026 dengan melibatkan 50 pelajar SMP hingga SMA untuk memperkuat budaya literasi generasi muda.
PALANGKA RAYA – Sebanyak 50 pelajar mengikuti ajang Pemilihan Duta Baca Kota Palangka Raya 2026 sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya memperluas budaya literasi di kalangan generasi muda. Para peserta yang berasal dari jenjang SMP hingga SMA tersebut bersaing dalam acara puncak pemilihan yang digelar Selasa (06/10/2026).
Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni 25 pelajar SMP/MTs sederajat dan 25 pelajar SMA/SMK/MA sederajat. Mereka sebelumnya mengikuti tahapan seleksi hingga terpilih enam besar pada 17 September 2026 untuk masing-masing jenjang.
Pada acara puncak, para finalis memperebutkan posisi Juara I, II, dan III serta Juara Harapan I, II, dan III pada masing-masing kategori. Ajang tersebut diselenggarakan Pemkot Palangka Raya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai bagian dari program Pembudayaan Kegemaran Membaca (PKM).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palangka Raya Yohn B. Pangaribuan menilai duta baca tidak semestinya hanya menjadi predikat bagi pemenang, tetapi harus menjadi ruang bagi pelajar untuk mengambil peran dalam mengembangkan budaya literasi.
“Pemilihan Duta Baca ini merupakan momentum untuk merayakan kecintaan kita terhadap literasi sekaligus mengapresiasi upaya para penerus bangsa dalam membaca dan memperluas pengetahuan. Literasi bukan hanya sekadar aktivitas membaca, tetapi dapat menjadi gaya hidup yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan,” ujar Benhur, sebagaimana diberitakan Media Center Kota Palangka Raya, Selasa, (06/10/2026).
Menurutnya, kemampuan literasi saat ini memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar membaca buku. Kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, hingga menghasilkan gagasan dan solusi juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas.
Pandangan tersebut menempatkan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat memperoleh bahan bacaan, tetapi juga sebagai salah satu ruang untuk membangun kemampuan generasi muda dalam memahami dan mengolah informasi. Program literasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk mendukung perkembangan masyarakat dan kemajuan Palangka Raya.
Yohn juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pemilihan. Ia berharap pelajar yang terpilih sebagai Duta Baca dapat menjadi teladan sekaligus penggerak budaya membaca di lingkungan masing-masing.
“Semangat literasi jangan hanya menjadi sebuah program, tetapi harus tumbuh menjadi budaya. Melalui budaya gemar membaca dan kemampuan mengolah informasi dengan baik, kita berharap lahir generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya.
Pemilihan Duta Baca 2026 diharapkan tidak berhenti pada penetapan pemenang, tetapi berlanjut melalui peran para duta dalam mengajak pelajar lain menjadikan membaca, memahami informasi, dan berpikir kritis sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan