Anggaran Dipangkas, Transaksi Kutim Expo Tembus Rp4,24 Miliar

Pemkab Kutim mencatat perputaran ekonomi Rp4,24 miliar selama Kutim Expo 2026, melampaui target meskipun anggaran penyelenggaraan berkurang separuh, dengan sektor kuliner mendominasi transaksi dari kegiatan yang memfasilitasi 160 pelaku UMKM.

KUTAI TIMUR – Perputaran ekonomi selama penyelenggaraan Kutim Expo 2026 mencapai Rp4.245.900.000 atau sekitar Rp4,24 miliar, melampaui target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim). Capaian tersebut diperoleh di tengah kebijakan efisiensi anggaran kegiatan yang dipangkas hingga separuh dibandingkan tahun sebelumnya.

Pameran yang berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutim. Kegiatan tersebut memberikan ruang pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim Akhmad Tarmiji mengatakan, hasil penyelenggaraan Kutim Expo 2026 menunjukkan tingginya aktivitas transaksi masyarakat selama pameran berlangsung.

“Alhamdulillah kegiatan kemarin sukses. Perputaran ekonomi yang didapat oleh UMKM itu sekitar empat koma sekian miliar, melebihi dari target yang kita harapkan,” ujar Akhmad usai menghadiri Malam Puncak Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sabtu (24/10/2026).

Akhmad, yang hadir mewakili Kepala Dinas (Kadis) PMPTSP Kutim Novian Prananta, menjelaskan bahwa pengurangan anggaran penyelenggaraan tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk mengunjungi pameran dan membeli produk UMKM.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan promosi produk lokal tetap mampu menghasilkan perputaran ekonomi yang besar meskipun dilaksanakan dengan anggaran lebih terbatas.

“Pagu kegiatan setengahnya dari tahun kemarin, tetapi alhamdulillah antusias masyarakat dan perputaran ekonomi UMKM itu justru melebihi dari target yang kita harapkan,” jelasnya.

Sebanyak 160 pelaku UMKM lokal memperoleh fasilitas tenda secara gratis selama penyelenggaraan Kutim Expo 2026. Fasilitas tersebut disediakan untuk membantu pelaku usaha memasarkan produk tanpa harus menanggung biaya penyewaan tempat pameran.

Berdasarkan survei internal DPMPTSP Kutim, transaksi selama kegiatan didominasi sektor kuliner, terutama penjualan makanan dan minuman. Sektor tersebut menjadi penyumbang terbesar aktivitas perdagangan selama pameran berlangsung.

Tingginya transaksi di sektor kuliner memperlihatkan besarnya kontribusi usaha makanan dan minuman terhadap aktivitas ekonomi dalam kegiatan pameran daerah. Namun, rincian nilai transaksi setiap sektor belum disampaikan secara terpisah.

Selain mencatatkan capaian transaksi yang melampaui target, penyelenggaraan Kutim Expo 2026 juga menghadapi sejumlah kendala teknis. Akhmad mengakui adanya hambatan operasional selama kegiatan berlangsung, tetapi memastikan seluruh persoalan dapat ditangani panitia.

“Kendala kecil itu biasa terjadi di lapangan, tapi semuanya sudah bisa diatasi dengan baik,” pungkasnya.

Capaian perputaran ekonomi Kutim Expo 2026 menjadi salah satu indikator potensi pameran daerah dalam memperluas akses pasar bagi UMKM lokal. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi Pemkab Kutim untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan kegiatan serupa, memperkuat promosi produk unggulan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *