Pesawat Cessna 210 jatuh di kawasan permukiman Pachuca sekitar satu menit setelah lepas landas, menewaskan dua orang dan memicu penyelidikan otoritas penerbangan Meksiko.
PACHUCA – Kecelakaan pesawat Cessna 210 di Meksiko menewaskan dua orang setelah pesawat jatuh di kawasan permukiman sekitar satu menit usai lepas landas dari Bandara Nasional Pachuca, Senin, 2 November 2026. Otoritas penerbangan setempat kini menyelidiki penyebab insiden yang terjadi sekitar 500 meter dari awal landasan pacu tersebut.
Badan Penerbangan Sipil Federal Meksiko (AFAC) menjelaskan, pesawat yang dioperasikan Grupo Aeroespacial Avspace itu lepas landas pada pukul 09.30 waktu setempat atau 15.30 GMT. Penerbangan tersebut dijadwalkan menuju Bandara Internasional Cuernavaca di negara bagian Morelos.
Berdasarkan keterangan AFAC melalui platform media sosial X, sebagaimana dilansir Anadolu, Senin, (02/11/2026), pesawat mengalami kecelakaan ketika masih berada dalam fase awal pendakian, sekitar satu menit setelah meninggalkan landasan.
Pesawat dilaporkan jatuh di Tezontle Avenue, kawasan Venta Prieta, Pachuca, ibu kota negara bagian Hidalgo. Lokasi tersebut berada di luar area bandara, tepatnya di lingkungan permukiman perkotaan yang berdekatan dengan landasan pacu.
Dua orang yang berada di dalam pesawat dinyatakan tewas. Hingga kini, AFAC belum mengungkap identitas maupun posisi kedua korban saat kecelakaan terjadi.
Setelah insiden, personel Komando Bandara Pachuca langsung mendatangi lokasi untuk menjalankan prosedur penanganan dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.
AFAC juga telah membuka penyelidikan administratif guna mengungkap rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan pesawat kehilangan kendali dan jatuh. Namun, otoritas belum menyampaikan kesimpulan awal mengenai penyebab kecelakaan.
Sejumlah kemungkinan, seperti gangguan teknis, kondisi cuaca, maupun faktor lainnya, belum dapat dipastikan. Informasi mengenai kemungkinan korban luka di darat serta kerusakan bangunan atau kendaraan di sekitar lokasi juga belum disampaikan.
Pesawat Cessna 210 merupakan jenis pesawat bermesin tunggal yang umum digunakan untuk penerbangan pribadi dan penerbangan umum. Hasil penyelidikan AFAC diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kecelakaan sekaligus menjadi bahan evaluasi keselamatan penerbangan, khususnya pada fase awal setelah pesawat lepas landas. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan