Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono bersama Ketua DPRD Kukar mengecek Taman Musik Tenggarong yang Amblas (Photo/Reza)

Dinas PU Kukar Kaji Turapan Taman Musik Tenggarong yang Amblas

Dinas PU Kukar menggandeng akademisi Polnes untuk mengkaji penyebab amblasnya turapan Taman Musik Tenggarong sebelum menentukan langkah perbaikan atau pembangunan ulang yang berpeluang dianggarkan pada 2027.

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menggandeng akademisi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) untuk mengkaji kerusakan turapan di ujung kawasan Taman Musik Tenggarong yang mengalami penurunan dan kemiringan struktur. Kajian tersebut akan menentukan apakah konstruksi masih dapat diperbaiki melalui penguatan atau harus dibongkar dan dibangun kembali.

Kepala Dinas (Kadis) PU Kukar, Wiyono, mengatakan kajian teknis diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan sekaligus menentukan metode penanganan yang tepat. Berdasarkan pemeriksaan awal, perencanaan dan pelaksanaan konstruksi dinilai relatif telah memenuhi ketentuan teknis. Namun, faktor alam diduga turut memengaruhi kondisi turapan tersebut.

“Secara teknis, perencanaan maupun konstruksinya relatif sudah sesuai dengan ketentuan. Hanya saja, kemungkinan ini masalah alam. Dalam waktu dekat kami berkoordinasi dengan pihak akademisi untuk melakukan kajian,” ujarnya saat ditemui di Taman Musik Tenggarong, Selasa (03/11/2026).

Menurut Wiyono, hasil kajian bersama akademisi Polnes akan menjadi dasar pengambilan keputusan terkait penanganan konstruksi. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan langkah perbaikan yang dilakukan mampu memberikan ketahanan struktur dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan, terdapat dua alternatif penanganan yang akan dipertimbangkan, yakni mempertahankan konstruksi dengan melakukan penguatan struktur atau membongkar turapan yang rusak untuk kemudian membangunnya kembali.

“Kalau kondisinya tidak normal, tentu kita harus melakukan konstruksi yang lebih kuat. Ini untuk jangka panjang. Kita tidak ingin setelah diperbaiki, kejadian seperti ini terulang lagi,” jelasnya.

Terkait kebutuhan anggaran, Wiyono menyebutkan besaran biaya penanganan belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil kajian dan rekomendasi teknis. Apabila kondisi turapan membutuhkan penguatan konstruksi secara menyeluruh, anggaran yang diperlukan berpotensi lebih besar dibandingkan perbaikan biasa.

Dinas PU Kukar menargetkan kajian teknis dapat dilaksanakan pada November 2026. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan Pemkab Kukar dalam menentukan metode penanganan serta kemungkinan pengalokasian anggaran perbaikan pada tahun anggaran 2027.

Berdasarkan informasi di lapangan, bagian turapan yang mengalami kemiringan diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter. Namun, tingkat kerusakan dan kondisi struktur secara keseluruhan masih memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Wiyono menegaskan, penanganan turapan tersebut penting mengingat Taman Musik Tenggarong merupakan salah satu ikon kota sekaligus fasilitas publik yang menunjang aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Keberadaan taman tersebut juga dinilai memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan wisata.

Melalui kajian bersama akademisi Polnes, Pemkab Kukar berharap dapat menentukan solusi penanganan yang tepat, aman, dan berkelanjutan sehingga fungsi Taman Musik Tenggarong sebagai ruang publik, destinasi wisata, dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat tetap terjaga. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *