DWP Provinsi Kalimantan Tengah menguatkan edukasi pemberian ASI, pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, dan pencegahan stunting melalui pertemuan rutin organisasi.
PALANGKA RAYA – Dukungan keluarga terhadap pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan pemenuhan gizi anak menjadi salah satu perhatian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam mendorong kualitas generasi mendatang. Upaya tersebut dibahas melalui edukasi kesehatan keluarga pada Pertemuan Rutin Tahun 2026 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng, Kamis (05/11/2026).
Materi bertajuk “Peran Ibu DWP dalam Menciptakan Lingkungan Peduli ASI Menuju Indonesia Emas 2045” disampaikan Penelaah Teknis Kebijakan Bapperida Kalteng, Erawati. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pemberian ASI, dukungan keluarga, dan pemenuhan gizi sejak dini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.
“ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta melindungi bayi dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, dukungan keluarga sangat diperlukan untuk memastikan pemberian ASI berjalan optimal,” jelas Erawati.
Selain memberikan manfaat bagi bayi, menyusui juga berdampak positif terhadap kesehatan ibu. Karena itu, dukungan terhadap pemberian ASI dinilai perlu dibangun melalui lingkungan keluarga yang memahami manfaatnya bagi kesehatan ibu dan anak.
“Pemberian ASI memberikan manfaat bagi ibu dan bayi. Bagi bayi, ASI membantu meningkatkan daya tahan tubuh, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan mendukung pertumbuhan. Sementara bagi ibu, menyusui membantu pemulihan setelah persalinan serta mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Karena itu, pemberian ASI perlu didukung sebagai upaya menjaga kesehatan ibu dan anak,” terang Erawati.
Perhatian terhadap kesehatan anak juga diarahkan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menjadi fase penting yang memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, sekaligus menjadi salah satu momentum pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi yang optimal.
“Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, sangat menentukan tumbuh kembang anak. Pemenuhan gizi yang optimal pada masa ini penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak serta mencegah stunting. Ibu dan keluarga perlu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak dini,” tandas Erawati.
Di luar materi kesehatan, Ketua DWP Kalteng Noor Hermi Yanti Anang Dirjo mengingatkan pentingnya kekompakan dan keterlibatan anggota dalam menjalankan organisasi. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan, tetapi juga oleh kontribusi seluruh anggota.
“Organisasi yang kuat dibangun melalui kebersamaan, rasa memiliki, dan partisipasi seluruh anggota. Oleh karena itu, saya berharap seluruh anggota dapat berperan aktif, saling mendukung, dan bekerja sama dalam memajukan DWP Provinsi Kalimantan Tengah agar semakin solid dan bermanfaat,” tegas Ketua DWP.
Ia juga berharap pertemuan rutin dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik di antara anggota.
“Melalui pertemuan rutin ini, saya berharap seluruh anggota dapat mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, dan menjaga kebersamaan. Dengan demikian, hubungan kekeluargaan antaranggota semakin erat dan organisasi dapat berjalan lebih solid,” ungkap Ketua DWP.
Noor Hermi Yanti turut mengapresiasi kehadiran anggota dalam kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam lingkungan keluarga.
“Terima kasih kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan keluarga,” pungkas Ketua DWP.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DWP Kalteng Selvie Juni Gultom, Ketua Bidang Ekonomi Rosaliyanti Syahfiri, Sekretaris Rizky Gamarani Rangga Lesmana, serta jajaran pengurus dan anggota. Melalui penguatan edukasi kesehatan dan kebersamaan organisasi, DWP Kalteng diharapkan dapat memperluas kepedulian keluarga terhadap pemberian ASI, pemenuhan gizi anak, dan pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan