Batik Tulis Itah Otur Diluncurkan, Identitas Budaya Kubar Makin Diperkuat

Bupati Frederick Edwin meluncurkan Batik Tulis Itah Otur karya seniman lokal Intu Lingau sebagai upaya memperkuat identitas budaya dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Kutai Barat.

KUTAI BARAT – Batik Tulis Itah Otur menjadi karya baru yang diharapkan memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Karya hasil kreativitas seniman lokal asal Intu Lingau tersebut resmi diluncurkan Bupati Frederick Edwin dalam rangkaian penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kubar di Taman Budaya Sendawar, Kamis (05/11/2026) malam.

Pengembangan batik tulis ini diinisiasi dan didukung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kubar sebagai bagian dari upaya mewadahi kreativitas perajin serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui produk kerajinan.

Frederick Edwin menyebut kehadiran Batik Tulis Itah Otur sebagai kebanggaan bagi masyarakat Kubar. Menurutnya, karya tersebut menunjukkan potensi seni dan budaya lokal yang dapat terus dikembangkan melalui inovasi masyarakat.

“Hal ini membanggakan karena di hari yang penuh bahagia ini, seniman batik kita kembali membuktikan bahwa Kutai Barat sangat eksotis. Melalui karya kreatif salah seorang seniman kita dari Intu Lingau, Dekranasda mewadahi dan mendorong seniman batik Kubar untuk terus menghasilkan inovasi batik tulis,” ungkapnya.

Dukungan terhadap pengembangan kerajinan daerah juga tercermin dari capaian Dekranasda Kubar yang meraih Juara Harapan III dalam ajang Dekranasda Kalimantan Timur (Kaltim) Award Tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap upaya pengembangan produk kerajinan dan pelestarian wastra daerah.

Frederick berharap pengembangan batik tulis Kubar dilakukan secara berkelanjutan melalui penggalian potensi lokal, peningkatan kualitas karya, serta kerja sama antara pemerintah daerah, Dekranasda, seniman, dan perajin. Dengan demikian, batik daerah tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai produk yang dikenal lebih luas.

“Saya berpesan agar Dekranasda semakin mengembangkan dan meningkatkan eksistensinya melalui program-program yang semakin tajam dan berkualitas, terlebih dalam mendorong tumbuh kembang serta pelestarian budaya wastra Kutai Barat,” pesannya.

Selain mendorong kreativitas para perajin, penguatan identitas budaya juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Penggunaan produk wastra lokal dinilai menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya daerah.

“Mari kita bangga mengenakan wastra Kubar sebagai bagian dari identitas diri,” ajaknya.

Peluncuran Batik Tulis Itah Otur diharapkan menjadi momentum untuk memperluas ruang bagi seniman dan perajin lokal dalam menghasilkan karya bernilai budaya sekaligus ekonomi. Melalui dukungan pemerintah daerah, Dekranasda, dan masyarakat, batik khas Kubar diharapkan semakin berkembang, memiliki daya saing, serta dikenal sebagai bagian dari kekayaan wastra Kalimantan Timur. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *