Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman berharap kawasan Sangkulirang-Mangkalihat segera memperoleh status geopark nasional sebagai langkah awal menuju pengakuan internasional melalui UNESCO.
KUTAI TIMUR – Kekayaan arkeologi dan jejak kehidupan manusia prasejarah di kawasan Sangkulirang-Mangkalihat menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk memperoleh pengakuan internasional. Pemerintah daerah berharap kawasan tersebut segera ditetapkan sebagai geopark nasional sebelum diusulkan menjadi bagian dari jaringan geopark dunia melalui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Harapan tersebut disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sabtu (24/10/2026).
Ardiansyah menilai kawasan Sangkulirang-Mangkalihat memiliki nilai penting karena menyimpan peninggalan arkeologi yang menunjukkan jejak kehidupan manusia sejak puluhan ribu tahun silam.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi menjadi salah satu geopark nasional dengan cakupan wilayah terluas karena membentang melintasi Kutim dan kabupaten lainnya. Meski demikian, Ardiansyah mengaku belum memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan pembahasan usulan penetapan geopark nasional di tingkat pemerintah pusat.
“Saya belum dapat informasi, tapi semoga saja ini mendapatkan keputusan,” ujarnya.
Penetapan sebagai geopark nasional menjadi tahapan yang diharapkan dapat membuka jalan bagi pengajuan kawasan Sangkulirang-Mangkalihat untuk memperoleh pengakuan internasional melalui UNESCO.
Ardiansyah menjelaskan, kawasan tersebut memiliki peninggalan arkeologi berupa artefak yang dikaitkan dengan keberadaan manusia prasejarah sekitar 40.000 tahun sebelum Masehi. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan pengakuan terhadap kawasan Sangkulirang-Mangkalihat, sekaligus mendorong perhatian terhadap pelestarian warisan sejarah dan kekayaan alamnya.
“Mari kita berdoa semoga ini menjadi keputusan nasional, dan apabila itu sudah menjadi keputusan nasional, maka akan segera diserahkan kepada UNESCO untuk mendapatkan penghargaan secara internasional,” katanya.
Selain menyoroti potensi geopark, Ardiansyah menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan Kutim, mulai dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat, hingga sektor perbankan.
Ia mengajak masyarakat melihat perkembangan Kutim dengan membandingkan capaian pembangunan daerah tersebut dengan wilayah lain di Indonesia yang memiliki usia pemerintahan relatif sama. Menurutnya, perbandingan itu bukan dimaksudkan untuk merendahkan daerah lain, melainkan menjadi bahan refleksi terhadap kemajuan pembangunan.
Ardiansyah juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat, termasuk penyediaan penerangan dan akses air bersih.
“Kita akan terus melangkah, kita akan terus bergerak,” ujar Ardiansyah.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi desa melalui kegiatan berbasis padat karya agar semakin banyak warga memperoleh kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan.
Harapan terhadap penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai geopark nasional menjadi bagian dari upaya memperkuat pengakuan atas kekayaan alam dan warisan prasejarah daerah. Apabila proses tersebut berhasil, kawasan ini berpeluang melangkah menuju pengakuan internasional sekaligus memperluas perhatian terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan peninggalan sejarah. [] (ADV)
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan