Disbun Kukar mengawal alokasi bantuan CSR Rp150 juta dari PT PMM bagi korban kebakaran di Kelurahan Melayu dan Loa Ipuh serta mendorong keterlibatan perusahaan lain untuk membantu pemulihan warga terdampak.
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) senilai Rp150 juta dari PT Prima Mitrajaya Mandiri (PMM) dialokasikan bagi korban kebakaran di Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kamis (15/10/2026).
Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Kukar, Muhamad Taufik, mengatakan bantuan tersebut awalnya direncanakan khusus untuk korban kebakaran di Kelurahan Melayu. Namun, setelah kebakaran juga terjadi di Kelurahan Loa Ipuh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mengupayakan agar bantuan dapat menjangkau warga terdampak di kedua wilayah.
Menurut Taufik, atas arahan Bupati Kukar, Disbun berkoordinasi dengan PT PMM untuk menyesuaikan pembagian bantuan sehingga penyalurannya dapat dilakukan secara merata sesuai dengan alokasi yang ditetapkan bagi masing-masing kelurahan.
“Prinsipnya kami sampaikan bahwa semua bantuan ini tidak boleh ada yang tidak sampai kepada korban. Jadi, Rp150 juta ini kita pastikan sampai kepada yang berhak menerimanya,” kata Taufik saat ditemui di Kantor Kelurahan Melayu.
Berdasarkan keterangan perusahaan, dari total bantuan Rp150 juta tersebut, sebesar Rp22,5 juta atau 15 persen dialokasikan untuk korban kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh. Sementara itu, Rp127,5 juta atau 85 persen diperuntukkan bagi korban kebakaran di Kelurahan Melayu.
Taufik menegaskan pentingnya memastikan bantuan tersebut diterima oleh warga yang berhak. Ia juga mengapresiasi kepedulian PT PMM dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah kebakaran.
Selain bantuan melalui program CSR, Disbun Kukar mendorong keterlibatan perusahaan lain dan masyarakat untuk memperluas dukungan terhadap warga terdampak. Menurutnya, penggalangan donasi secara sukarela dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan korban kebakaran.
“Kami juga mengajak beberapa perusahaan untuk ikut membantu di luar CSR. Harapannya, bantuan bisa digalang dari berbagai pihak, termasuk donasi pribadi bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan tetapi belum mengetahui salurannya,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Senior (Senior Manager) PT PMM, Ristio, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang mengalami musibah kebakaran.
Ia menjelaskan, perusahaan semula menyiapkan bantuan CSR sebesar Rp150 juta untuk korban kebakaran di Kelurahan Melayu. Namun, setelah menerima informasi mengenai kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, manajemen memutuskan untuk membagi alokasi bantuan agar dapat menjangkau korban di kedua kelurahan.
“Dengan adanya informasi kebakaran di Kelurahan Melayu, kami dari manajemen berniat membantu melalui dana CSR sebanyak Rp150 juta. Karena ada kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, sebagian dana kami bagikan ke sana. Semoga bantuan CSR ini dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat,” kata Ristio.
Ristio menambahkan, PT PMM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dengan wilayah operasional di Kecamatan Muara Wis, Muara Kaman, dan Kota Bangun, Kukar.
Melalui bantuan tersebut, Pemkab Kukar berharap dukungan sektor swasta dapat membantu meringankan beban warga terdampak kebakaran sekaligus mendorong partisipasi perusahaan lain dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Keterlibatan berbagai pihak juga diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan masyarakat pascakebakaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan mendesak warga di Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan