Ketapang Perkuat Sanitasi, Tujuh Desa Resmi Deklarasi ODF

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengapresiasi tujuh desa yang mendeklarasikan status bebas buang air besar sembarangan dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjaga sanitasi serta mencegah stunting.

KETAPANG – Komitmen tujuh desa di Kabupaten Ketapang (Ketapang), Kalimantan Barat (Kalbar), untuk menghentikan praktik buang air besar sembarangan mendapat apresiasi dari Bupati Ketapang Alexander Wilyo. Deklarasi tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperbaiki kesehatan lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mencegah masalah kesehatan sejak usia dini.

Ketujuh desa yang mendeklarasikan diri sebagai wilayah bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) ialah Desa Riam Batu Gading, Sukakarya, Karya Baru, Bantan Sari, Pelanjau Jaya, Rangkung, dan Randai.

Deklarasi ODF dilaksanakan di Desa Riam Batu Gading, Kecamatan Marau, pada Jumat (23/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Alexander menegaskan bahwa penerapan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan derajat kesehatan sekaligus martabat masyarakat.

“Ini adalah langkah maju menuju masyarakat yang sehat,” kata Alexander saat menghadiri deklarasi tersebut.

Menurutnya, keberhasilan mencapai status ODF perlu diikuti perubahan perilaku yang konsisten agar masyarakat tidak kembali melakukan praktik buang air besar sembarangan. Karena itu, pemerintah desa, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pihak perusahaan diharapkan bekerja sama menjaga keberlanjutan program tersebut.

Alexander juga mengingatkan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui perbaikan sanitasi. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita juga perlu mendapat perhatian untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan generasi mendatang.

Dalam konteks tersebut, pemberian makanan tambahan (PMT) diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan gotong royong dalam meningkatkan pelayanan dasar serta mewujudkan masyarakat Ketapang yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” ajak Alexander, sebagaimana diberitakan Pontianak Post, Sabtu, (24/10/2026).

Keberlanjutan deklarasi ODF memerlukan pengawasan, edukasi kesehatan, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga sanitasi lingkungan. Dengan dukungan lintas sektor, tujuh desa tersebut diharapkan dapat mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Ketapang. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *