Ketinggian dudukan kontainer dan jarak TPS menyulitkan warga serta pelaku usaha warung makan di Ujoh Bilang membuang sampah, sehingga fasilitas pembuangan diharapkan segera dievaluasi.
MAHAKAM ULU – Fasilitas pembuangan sampah di Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), dinilai belum sepenuhnya memudahkan masyarakat. Posisi salah satu kontainer yang lebih tinggi dari badan jalan membuat warga, khususnya pelaku usaha warung makan, kesulitan membuang sampah dengan bobot berat.
Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan proses pembuangan, tetapi juga berpotensi menyebabkan sampah diletakkan di luar kontainer. Persoalan akses dan ketinggian fasilitas ini menjadi perhatian masyarakat yang setiap hari bergantung pada tempat pembuangan sampah sementara (TPS).
Berdasarkan pantauan di salah satu lokasi pembuangan sampah di Ujoh Bilang, Senin (2/11/2026), terdapat dua kontainer berwarna hijau milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mahulu yang ditempatkan di tepi jalan. Salah satu kontainer berada di atas dudukan beton dengan posisi jauh lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan.
Ketinggian tersebut bahkan hampir sejajar dengan bak kendaraan, sehingga masyarakat harus mengangkat sampah lebih tinggi untuk memasukkannya ke dalam kontainer. Sementara itu, kontainer lainnya terlihat telah terisi hingga sampah menumpuk. Di sekitar dudukan beton juga ditemukan sampah yang berserakan di luar tempat penampungan.
Eva, salah seorang pelaku usaha warung makan di Ujoh Bilang, mengungkapkan bahwa jarak antara tempat usahanya dan TPS menjadi salah satu kendala dalam membuang sampah setiap hari. Kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika sampah yang dibawa memiliki bobot cukup berat.
“Kalau untuk kendala yang kami hadapi sejauh ini, hanya jarak. Jarak dari warung kami ke tempat pembuangan sementara itu lumayan jauh. Apalagi, kalau sampahnya berat, kami juga kesulitan,” ujar Eva kepada Tribun Kaltim pada Senin (2/11/2026), sebagaimana dilansir Tribun Kaltim, Senin, (02/11/2026).
Selain persoalan jarak, Eva menyoroti posisi kontainer yang semakin tinggi setelah dilakukan pekerjaan perbaikan dan pengecoran dudukan beton. Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan menjangkau bagian atas kontainer ketika membuang sampah.
Akibatnya, tidak semua sampah dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam tempat penampungan. Sebagian warga yang kesulitan mengangkat sampah akhirnya meletakkannya di bagian luar kontainer.
Meski demikian, Eva mengaku tetap berupaya membuang sampah pada lokasi yang telah disediakan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pelanggan warung makan.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi kondisi fasilitas TPS, terutama ketinggian dudukan kontainer dan kemudahan akses bagi masyarakat. Perbaikan fasilitas dinilai penting agar proses pembuangan sampah tidak menjadi kendala bagi warga maupun pelaku usaha.
Penyesuaian sarana pembuangan sampah diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah di luar kontainer, menjaga kebersihan kawasan Ujoh Bilang, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan