Pemerintah menyediakan uang saku setara upah minimum wilayah penempatan, jaminan kecelakaan kerja dan kematian, serta pendampingan mentor dan kesempatan sertifikasi kompetensi bagi peserta MagangHub selama enam bulan.
JAKARTA – Peserta Program Magang Nasional (MagangHub) berhak memperoleh uang saku bulanan setara upah minimum wilayah penempatan, pelindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta pendampingan mentor selama menjalani pemagangan selama enam bulan. Fasilitas tersebut disediakan pemerintah untuk mendukung lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman profesional sekaligus meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Program yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga berpeluang memperoleh pengakuan resmi atas keterampilan yang dikuasai.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjelaskan, pemberian insentif dan pengakuan kompetensi merupakan bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan tenaga kerja muda agar memiliki daya saing di pasar kerja.
”Dengan pengalaman nyata, insentif yang memadai, dan pengakuan kompetensi resmi, generasi muda kita memiliki kesiapan yang jauh lebih baik untuk meraih kehidupan yang lebih sejahtera,” ujar Yassierli, sebagaimana dilansir Kemnaker, Selasa (20/10/2026).
Selain uang saku, peserta memperoleh pelindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kedua program jaminan sosial tersebut menjadi bagian dari fasilitas yang disiapkan pemerintah untuk memberikan pelindungan kepada peserta selama mengikuti kegiatan pemagangan.
Besaran uang saku disesuaikan dengan ketentuan upah minimum yang berlaku di wilayah perusahaan atau lembaga tempat peserta menjalani pemagangan. Ketentuan bantuan pemerintah untuk program pemagangan lulusan perguruan tinggi pada 2026 juga diatur melalui Keputusan Menaker Nomor 252 Tahun 2026.
Selama mengikuti program, peserta mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja, baik pada perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun instansi pemerintah. Proses pemagangan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan nonteknis sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Yassierli menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mengatasi salah satu hambatan yang kerap dihadapi lulusan perguruan tinggi ketika mencari pekerjaan, yakni keterbatasan pengalaman profesional.
”Program ini dirancang sebagai jembatan agar generasi muda kita tidak lagi terkendala masalah pengalaman kerja saat hendak memasuki pasar kerja. Pemerintah memastikan peserta magang dibimbing dengan baik oleh mentor perusahaan dan tidak menggantikan posisi pekerja yang ada di tempat kerja,” kata Yassierli melalui siaran pers Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemnaker.
Penegasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan pemagangan harus berorientasi pada pembelajaran dan peningkatan kompetensi, bukan menjadi sarana menggantikan tenaga kerja yang telah dipekerjakan perusahaan.
Melalui pendampingan mentor, peserta diharapkan dapat memahami proses kerja, mengenali standar profesional, serta mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan maupun instansi tempat mereka ditempatkan.
MagangHub sendiri mulai diluncurkan pada 2025 sebagai salah satu program pemerintah untuk memperluas kesempatan lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja. Program ini juga menyasar lulusan pendidikan profesi dan penyandang disabilitas.
Pada 2025, pemerintah menetapkan kuota sebanyak 100.000 peserta. Sementara itu, kuota program pada 2026 ditetapkan sebanyak 150.000 peserta untuk memperluas akses pemagangan bagi lulusan yang membutuhkan pengalaman sebelum memasuki pasar kerja.
Dengan dukungan uang saku, jaminan sosial, pendampingan mentor, dan kesempatan sertifikasi kompetensi, MagangHub diharapkan mampu menjadi sarana pengembangan keterampilan sekaligus memperkecil kesenjangan antara kemampuan lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan