Mahulu Siapkan Peta Jalan Ekonomi Kreatif untuk Lima Tahun

Pemkab Mahakam Ulu menyusun RINDEKRAFDA 2026–2030 untuk mengembangkan kerajinan, kuliner, dan seni lokal melalui peningkatan kualitas produk, pemasaran, akses pembiayaan, serta pelestarian budaya.

MAHAKAM ULU – Kerajinan, kuliner khas, dan seni pertunjukan lokal didorong menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melalui penyusunan Rencana Induk Ekonomi Kreatif Daerah (RINDEKRAFDA) 2026–2030. Dokumen tersebut disiapkan untuk memetakan potensi usaha masyarakat, menetapkan prioritas pengembangan, sekaligus menjaga kekayaan budaya daerah.

Upaya itu dibahas dalam Seminar Pendahuluan Penyusunan RINDEKRAFDA Mahulu 2026–2030 yang dibuka Wakil Bupati (Wabup) Mahulu Suhuk, mewakili Bupati Angela Idang Belawan, di Ruang Rapat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Senin (12/10/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Suhuk, pengembangan ekonomi kreatif dinilai perlu dirancang berdasarkan karakteristik daerah dan kebutuhan nyata para pelaku usaha. Kekayaan tradisi serta kreativitas masyarakat disebut sebagai modal untuk menghasilkan produk dan karya yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Saya berharap Rencana Induk Ekonomi Kreatif Daerah Tahun 2026–2030 ini dapat menjadi pedoman bersama dalam mendorong pertumbuhan usaha dan pengembangan karya masyarakat. Penyusunannya harus dilakukan secara cermat, berdasarkan kebijakan yang berlaku, potensi daerah, serta kebutuhan nyata para pelaku ekonomi kreatif,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Suhuk.

Rencana induk tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Pemerintah daerah ingin menjadikannya acuan dalam menyusun program dan kebijakan, mulai dari peningkatan keterampilan pelaku usaha, perbaikan kualitas produk dan kemasan, penguatan promosi, perluasan pemasaran, hingga dukungan akses pembiayaan.

Melalui langkah itu, produk kerajinan dan kuliner khas Mahulu diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Sementara itu, seni pertunjukan dan karya berbasis tradisi diharapkan membuka ruang berkarya sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan perencanaan yang tepat dan dukungan yang berkesinambungan, kita berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengembangkan keterampilannya menjadi kegiatan usaha produktif. Pada akhirnya, ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi lokal yang mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga di Mahakam Ulu,” jelasnya.

Selain nilai ekonomi, pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan tersebut. Pengembangan usaha kreatif diharapkan tetap menghormati nilai adat dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat, sehingga kemajuan ekonomi berjalan seiring dengan pemeliharaan identitas lokal.

“Dengan demikian, ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk merawat, memperkenalkan, dan mewariskan kekayaan budaya Mahakam Ulu kepada generasi mendatang,” kata Wabup.

Suhuk juga meminta perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi sejak tahap perencanaan. Keterlibatan tim ahli Universitas Mulawarman, para pemangku kepentingan, dan pelaku ekonomi kreatif dinilai penting agar rekomendasi yang disusun terukur, realistis, serta sesuai dengan kapasitas daerah dan persoalan yang dihadapi pelaku usaha.

“Maka Melalui seminar pendahuluan ini, Saya berharap dapat menghimpun masukan, menyatukan pemahaman, dan membangun komitmen bersama dalam menentukan arah pengembangan ekonomi kreatif untuk periode 2026–2030,” tutup Suhuk.

Seminar tersebut diselenggarakan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Mahulu dengan melibatkan tim ahli Universitas Mulawarman serta pemangku kepentingan terkait. Hasil penyusunan RINDEKRAFDA diharapkan menjadi landasan bagi program ekonomi kreatif yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat tanpa mengesampingkan warisan budaya daerah, sebagaimana diberitakan Prokopim, Senin (12/10/2026). []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *