Kunjungi Erau Expo 2015 dan Dapatkan Kesannya

Bupati Kukar, Rita Widyasari saat menggunting pita Erau Expo dan Bazar 2015.
Bupati Kukar, Rita Widyasari saat menggunting pita Erau Expo dan Bazar 2015.

JIKA datang ke Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyaksikan berbagai even dalam rangkaian Erau and International Folk Arts Festival (EIFAF) 2015, sepatutnya tak lupa mengunjungi Erau Expo dan Bazar yang digelar di halaman parkir Stadion Rondong Demang, Loa Ipuh, Tenggarong. Kegiatan ini dibuka Senin (8/6) pagi oleh Bupati Kukar, Rita Widyasari dan akan berlangsung hingga 13 Juni 2015 mendatang.

Dalam pameran dan pasar temporer dengan leading sector Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Kukar ini diikuti ratusan instansi pemerintah dan swasta dan Usaha Kecil Menengah (UKM), baik dari dalam maupun luar daerah.  Peresmiannya ditandai pengguntingan pita di pintu masuk tenda expo oleh Bupati Kukar bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Salehuddin.

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Dafip Haryanto, diselenggarakannya Erau Expo dan Bazar untuk memberikan informasi kepada pengunjung tentang sejauh mana perkembangan gerak dan laju pembangunan di Kukar. “Terutama yang dilakukan Pemkab (Pemerintah Kabupaten, red) Kukar dan perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di Kukar. Seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, red) di 18 kecamatan juga ikut serta menampilkan keberhasilan masing-masing,” kata Dafip di sela pembukaan expo dan bazar.

Untuk perusahaan, di antaranya adalah PT Total E&P Indonesie (TEPI), perusahaan tambang minyak dan gas bumi (migas) yang  beroperasi di wilayah pesisir Kukar. Pada expo kali ini, TEPI menyampaikan deskripsi sejumlah capaian, baik dalam hal produksi maupun kontribusinya dalam pembangunan daerah. Menurut juru bicara TEPI, Ramdani, dalam expo ini pihaknya memamerkan sejumlah produk mitra binaan dan capaian perusahaan berikut kegiatan Yayasan Total Indonesia.

Menurutnya produk mitra binaan berupa hasil olahan industri rumah tangga baik dalam bentuk olahan makanan ringan dan kerajinan merupakan hasil pelatihan yang dibiayai perusahaan. “Disamping itu perusahaan juga telah melakukan penyelamatan lingkungan berupa penanaman kembali hutan mangrove di kawasan delta Mahakam seluas 14 juta hektare. Setiap harinya, kami menggelar diskusi dan kuis berbahadiah yang cukup menarik,” Ramdani.

Sementara Rita Widyasari beserta rombongan pejabat yang menyertainya, menyempatkan diri untuk meninjau hampir seluruh stand expo. Di antara stand pameran yang disambangi adalah stand pameran buku dan stand kerajinan batu akik. Di stand batu akik, Bupati Kukar tampak tertarik dengan proses pembuatan batu menjadi perhiasan cincin, kalung dan sebagainya.

Rita yang saat itu didampingi Kepala BPMPD Kukar, Bambang Arwanto, bahkan kepincut dan bersedia merogoh kocek Rp 2 juta untuk membeli salah satu batu akik yang dijual pengerajin di arena expo. Batu akik yang ia beli adalah jenis Kalsedon dari Kecamatan Tabang. Rita tak pikir panjang saat membeli batu akik yang ia sukai itu.

Saat berkunjung ke salah satu pameran batu akik, Rita kepincut batu dan membelinya.
Saat berkunjung ke salah satu pameran batu akik, Rita kepincut batu kaseldon dan membelinya seharga Rp 2 juta.

Batu kalsedon yang ditaksir Rita memiliki keindahan. Kalau disenter, batu kalsedon dari Tabang ini menghasilkan efek cat’s eyes (mata kucing). Kalsedon warna kuning dari Bengkulu sebenarnya jauh lebih mahal mencapai Rp 2 juta, tapi Rita lebih memilih produk lokal dari Tabang untuk koleksinya. Batu Kalsedon ini dikatakannya memiliki kualitas paling super. “Tadi Ibu Bupati mencari batu akik khas Kukar. Lalu dia tertarik dengan batu Kalsedon dari Tabang ini. Saya kasih harga spesial,” ucapnya.

Sementara di setiap stand yang dihampiri, Rita bukan saja mengamati materi dan produk yang ditampilkan, tapi juga sesekali berfoto dengan warga yang memintanya. Ditemui usai meninjau Stand, Rita mengatakan sangat mengapresiasi pelaksanaan pameran. Menurutnya, expo merupakan wadah untuk promosi bagi produk – produk yang dihasilkan oleh para pelaku usaha kecil, menengah dan mikro dari daerah. “Setiap produk itukan harus ada yang membeli. Untuk itu perlunya wadah untuk promosi dan juga butuh inovasi terus menerus agar berkembang dan dapat meningkatkan kwalitas produksinya,” katanya.

Rita Widyasari saat mengunjungi salah satu stand.
Rita Widyasari saat mengunjungi salah satu stand.

Ia berharap, semua usaha kecil dan menengah yang menampilkan produknya di areana expo dan bazar memiliki produk berkualitas dan pasarnya jelas. “Karena tidak hanya masyarakat lokal yang melihat dan menikmati, namun produk – produk ini akan dilihat masyarakat manca negara, khususnya para partisipan Erau,” ungkap Rita. [] Hms/KR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com