Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun didampingi Ketua Komisi I Baharuddin Demmu melakukan kroscek LKPJ Gubernur Kaltim tahun 2022, dengan melakukan peninjauan sejumlah ruas jalan di wilayah selatan Kaltim, Selasa (9/5/2023). -Foto : Yulia-

Pemprov Kaltim Diminta Anggarkan Kembali Perbaikan Jalan di Wilayah Selatan

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun didampingi Ketua Komisi I Baharuddin Demmu melakukan kroscek LKPJ Gubernur Kaltim tahun 2022, dengan melakukan peninjauan sejumlah ruas jalan di wilayah selatan Kaltim, Selasa (9/5/2023). -Foto : Yulia-

 

PERLEMENTARIA KALTIM – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban (LKPJ) Gubernur Kaltim tahun 2022 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ‘turun gunung’ melakukan pengecekan sejumlah ruas jalan yang dalam LKPJ tertulis sudah mengalami perbaikan.

Namun saat meninjau ruas jalan di Kecamatan Samboja, Sanga-Sanga dan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Pansus mendapati beberapa titik ruas jalan mengalami kerusakan.

“Fakta di lapangan yang dilihat anggota Pansus ternyata belum maksimal. Jalan yang sudah diperbaiki tahun lalu, pada beberapa titik, kondisinya rusak lagi,” ucap Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, saat ditemui awak media usai mengikuti Rapat Paripurna ke-15, di Gedung DPRD Kaltim, (15/5/2023).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, lubang di beberapa titik ruas jalan tersebut dikarenakan dari perbaikan yang lambat sehingga menimbulkan lubang yang cukup besar.

“Itu mulai dari Jembatan Dondang sampai ke bawah SD Muara Jawa. Kemudian batas Muara Jawa mulai dari habis Pom bensin AKR, sampai ke arah Handil Baru, putusnya sampai ke sini. Itu juga belum selesai, barangkali kemarin-kemarin masih rusak ringan, tapi karena tidak terawat, maka hari ini kelihatannya rusak berat,” jelasnya.

Guna memperbaiki jalan rusak antara Samboja sampai ke Muara Jawa tersebut, ia meminta Pemprov Kaltim untuk mengalokasikan anggaran pada tahun 2024. Namun ia menyarankan agar menggunakan konstruksi cor beton. Karena kalau masih memakai aspal, kemungkinan jalan itu akan kembali rusak.

“Intinya akan kita anggarkan kembali untuk memperbaiki jalan itu. Tapi dengan sistem rigid. Karena kemarin, anggarannya hanya cukup untuk aspal saja. Ternyata tidak kuat disebabkan topografi Kaltim ini tanahnya cenderung labil,” terangnya. []

Penulis: Yulia Fatmawati Fauziah | Penyunting: Agus P Sarjono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com