Pelestarian 10 Objek Pemajuan Kebudayaan Jadi Fokus Disdikbud Kutim

Disdikbud Kutim menyasar 10 objek pemajuan kebudayaan melalui festival dan pesta adat, tetapi pembinaan manuskrip serta cagar budaya masih perlu diperkuat.

KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengakui pembinaan terhadap 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) belum sepenuhnya berjalan maksimal. Meski berbagai program pelestarian telah dilaksanakan melalui festival dan pesta adat, sejumlah bidang, termasuk manuskrip dan cagar budaya, masih membutuhkan penguatan.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan program pemajuan kebudayaan telah diarahkan untuk menjangkau seluruh kategori OPK. Namun, pelaksanaan pembinaan pada masing-masing bidang belum menunjukkan hasil yang merata.

“Untuk 10 objek-objek kebudayaan yang ada di bidang kebudayaan ini sudah kita sasar semua, walaupun ada beberapa yang belum terlalu maksimal,” ujar Ilham di Galeri Cagar Budaya Kutim, Kamis (05/11/2026).

Menurutnya, pelaksanaan program kebudayaan mengacu pada rencana strategis dinas sekaligus mendukung program prioritas Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kutim. Pelestarian tradisi, pembinaan pelaku budaya, dan pemeliharaan warisan daerah menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dalam memajukan kebudayaan lokal.

Ilham menjelaskan, sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi Festival Erau, pesta adat Belian, Belian Semega di Sekerat, pesta adat Ufah, serta tradisi Embuang Panas di Sandaran.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi masyarakat. Penyelenggaraan festival dan pesta adat juga diharapkan dapat menjaga keberlangsungan praktik kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun.

“Beberapa pesta adat yang sudah kita lakukan, seperti pesta adat Erau, pesta adat Belian, Belian Semega di Sekerat, kemudian pesta adat Ufah, pesta adat Embuang Panas di Sandaran,” jelasnya.

Meski sejumlah kegiatan telah terlaksana, Ilham mengakui masih terdapat bidang kebudayaan yang memerlukan perhatian lebih lanjut, terutama manuskrip dan cagar budaya. Penguatan pembinaan pada bidang tersebut diperlukan agar program pemajuan kebudayaan tidak hanya terpusat pada penyelenggaraan kegiatan tradisi.

Ia menjelaskan, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim memiliki dua seksi yang menangani berbagai urusan, yakni Seksi Tradisi, Cagar Budaya, Seni dan Film serta Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kebudayaan.

Menurutnya, luasnya cakupan urusan kebudayaan membutuhkan perhatian berkelanjutan, termasuk peningkatan kapasitas SDM yang berperan dalam pelestarian tradisi, seni, dan warisan budaya daerah.

Pelaksanaan berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim menjaga keberlangsungan kebudayaan lokal. Ke depan, penguatan pembinaan terhadap bidang yang belum optimal diharapkan dapat mendorong pemajuan kebudayaan secara lebih merata dan berkelanjutan. [] (ADV)

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *