Thursday , September 21 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Barat / Produksi Hewan Ternak di Kubu Raya Alami Surplus

Produksi Hewan Ternak di Kubu Raya Alami Surplus

 

Petani kubu raya produktif

KUBU RAYA – Para peternak di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) boleh dibilang sangat produktif. Bagaimana tidak, tahun ini saja produksi hewan ternak di daerah itu mengalami surplus atau berlebihan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kubu Raya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya, Gandhi Satyagraha mengatakan, menghadapai Lebaran tahun ini, kabupaten itu dipastikan mengalami surplus hewan ternak seperti sapi dan ayam.

“Dari data yang kami miliki, ketersediaan daging sapi, ayam broiler dan telur di Kubu Raya mencukupi kebutuhan masyarakat, bahkan surplus, sehingga bisa memenuhi kebutuhan daerah lain,” kata Gandhi di Sungai Raya, Rabu (24/6).

Dia menjelaskan, untuk daging sapi hingga pertengahan Juni, Kubu Raya kelebihan sekitar 1.340 sapi. Sedangkan hingga Juli mendatang karena kebutuhan di Kubu Raya hanya sekitar 480 ekor maka pihaknya memprediksikan akan terjadi kelebihan sapi sekitar 860 ekor.

Sedangkan ketersediaan telur ayam konsumsi dari kebutuhan masyarakat lokal sekitar 113.850 kilogram terdapat kelebihan sekitar 246.650 kilogram. Karena kebutuhan telur masyarakat Kubu Raya di bulan Juli hanya sekitar 138.160 kilogram, maka akan terjadi kelebihan telur yaman broiler sekitar 108.490 kilogram.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan yang kami lakukan maka ketersediaan daging sapi, ayam dan telur di Kubu Raya diprediksi mengalami kelebihan hingga saat Lebaran mendatang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, walaupun ketersediaan hewan ternak melebihi kebutuhan masyarakat, namun pihaknya tidak bisa menampik, masih terjadi kenaikan atas harga kebutuhan tersebut, terutama untuk komoditi telur.

Gandhi mengatakan, dalam kegiatan jual beli, tentu berlaku hukum pasar dimana saat permintaan meningkat dan ketersediaan barang terbatas maka harga akan merangkak naik begitu juga sebaliknya.

“Namun, karena saat ini kebutuhan daging ayam, sapi dan telur melebihi stok, dia berharap kalaupun terjadi kenaikan harganya tidak terlalu signifikan,” kata Gandhi. [] ANT

986 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa