Ratusan Ribu Usaha Mikro Kalsel Jadi Fokus Penguatan Ekonomi

Pemprov Kalsel memperluas kemitraan usaha dan akses Kredit Usaha Rakyat untuk membantu ratusan ribu usaha mikro meningkatkan kapasitas, menjangkau pasar lebih luas, dan memperkuat ekonomi daerah.

BANJARMASIN – Sekitar 516 ribu usaha mikro di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi sasaran penguatan akses pasar dan permodalan melalui program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (KUMITRA) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel mendorong pelaku usaha memanfaatkan kemitraan dengan perusahaan besar dan pembiayaan terjangkau untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan KUMITRA dan akad massal KUR di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang mempertemukan sekitar 600 peserta itu melibatkan mitra strategis dari sektor ritel modern, perbankan, perhotelan, usaha oleh-oleh, hingga platform perdagangan elektronik atau e-commerce.

Komitmen Pemprov Kalsel disampaikan Gubernur Kalsel Muhidin melalui Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel Hasnuryadi Sulaiman. Ia mengapresiasi Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memilih Kalsel sebagai tuan rumah pelaksanaan kedua program tersebut.

Besarnya jumlah usaha mikro menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk memperluas dukungan terhadap sektor ini. Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan gubernur, Kalsel memiliki sekitar 518 ribu unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan sekitar 516 ribu di antaranya merupakan usaha mikro.

“Kaliman­tan Selatan memiliki sekitar 518 ribu unit UMKM, dan sekitar 516 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Angka ini menunjukkan bahwa denyut ekonomi rakyat kita sebagian besar bertumpu pada usaha mikro yang tersebar hingga ke desa,” demikian disampaikan dalam sambutan Gubernur, sebagaimana diberitakan Media Center Kalsel, Minggu (25/10/2026).

Melalui KUMITRA, pelaku usaha mikro diharapkan memperoleh kesempatan memasok produk ke jaringan pemasaran yang lebih luas. Kemitraan dengan pelaku usaha besar juga dapat membuka peluang distribusi baru sehingga produk lokal memiliki akses lebih besar untuk menjangkau konsumen.

Sementara itu, akad massal KUR diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperoleh modal guna menjaga keberlangsungan operasional dan mengembangkan kapasitas produksi. Kedua program tersebut diharapkan dapat menjawab dua tantangan utama usaha mikro, yakni keterbatasan akses pasar dan kebutuhan pembiayaan.

“KUMITRA menjawab hambatan pertama melalui transaksi kemitraan, sementara akad massal KUR menjawab hambatan kedua melalui permodalan yang mudah dan aman,” demikian isi sambutan tersebut.

Program tersebut juga diharapkan membantu pelaku usaha mikro yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memulihkan kegiatan ekonomi mereka. Dukungan pemasaran dan pembiayaan dinilai penting agar usaha yang terdampak dapat kembali beroperasi serta mempertahankan pendapatan.

Pemprov Kalsel menyatakan akan mengawal kemitraan dan pembiayaan yang terjalin agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Perangkat daerah terkait juga diminta memperkuat sinergi dengan Kementerian UMKM untuk mendampingi pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis.

Selain menggunakan modal secara cermat dan bertanggung jawab, pelaku usaha didorong meningkatkan mutu produk, memperbaiki kemasan, serta melengkapi persyaratan legalitas usaha. Kelengkapan tersebut antara lain Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, disertai pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Melalui penguatan kemitraan, pembiayaan, dan pendampingan, Pemprov Kalsel berharap usaha mikro semakin mampu bersaing, memperluas pasar, dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *