PTMSI Kaltim Bidik Emas PON 2028, Dukung Target Tiga Besar

Ketua terpilih PTMSI Kaltim, Fahmi Fadli, menargetkan medali emas pada PON 2028 melalui penguatan pembinaan atlet dan rencana distribusi empat meja tenis kepada setiap pengurus kabupaten/kota.

PASER – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Untuk mewujudkan target tersebut, kepengurusan baru periode 2026–2030 menyiapkan program penguatan pembinaan atlet melalui rencana bantuan empat meja tenis kepada setiap pengurus PTMSI di tingkat kabupaten/kota.

Ketua Pengprov PTMSI Kaltim terpilih, Fahmi Fadli, mengatakan target medali emas merupakan bentuk dukungan terhadap ambisi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menembus posisi tiga besar nasional pada PON 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

“Target tiga besar nasional dari Pemprov Kaltim adalah tantangan bersama. PTMSI Kaltim siap berkontribusi melalu raihan medali emas pada PON 2028 nanti,” ujar Fahmi, Jumat (30/10/2026).

Menurut Fahmi, peningkatan prestasi tenis meja Kaltim memerlukan pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Penguatan tersebut tidak hanya berfokus pada persiapan atlet menjelang pertandingan nasional, tetapi juga pada pemerataan sarana latihan di daerah.

Target emas pada PON 2028 menjadi tantangan tersendiri setelah tim tenis meja Kaltim berhasil meraih medali perunggu pada PON XXI Tahun 2024 yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan bagi kepengurusan baru untuk meningkatkan prestasi atlet melalui penyediaan peralatan latihan dan penguatan organisasi di tingkat daerah.

Sebagai langkah awal, Pengprov PTMSI Kaltim merencanakan distribusi empat meja tenis kepada setiap pengurus kabupaten/kota. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan latihan serta memperluas kesempatan pembinaan bagi atlet di berbagai wilayah.

“Sebagai langkah awal, kami akan siapkan 4 meja untuk masing-masing kabupaten/kota”, Imbuhnya.

Rencana penyediaan sarana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembinaan atlet. Ketersediaan meja tenis yang memadai diharapkan membantu pengurus daerah menyelenggarakan latihan secara lebih teratur dan mengembangkan potensi atlet setempat.

Selain penyediaan fasilitas, penguatan koordinasi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota menjadi perhatian dalam mempersiapkan program pembinaan menuju PON 2028. Meski demikian, pelaksanaan sejumlah program masih menunggu penyelesaian administrasi kepengurusan PTMSI Kaltim periode 2026–2030.

Fahmi terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) PTMSI Kaltim yang berlangsung di Samarinda pada Sabtu (24/10/2026). Kepengurusan baru masih menunggu rekomendasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim sebelum melaksanakan agenda organisasi yang telah direncanakan.

Penerbitan rekomendasi tersebut menjadi salah satu tahapan yang ditunggu agar kepengurusan dapat melanjutkan proses organisasi dan menjalankan program pembinaan secara lebih terstruktur.

“Masih berproses ya, setelah itu kita akan laksanakan program-program ini, tentunya dengan dukungan dari semua pihak, kami yakin merealisasikannya”, Pungkas Fahmi.

Pengprov PTMSI Kaltim berharap dukungan berbagai pihak dapat memperkuat kesiapan organisasi dalam menjalankan pembinaan atlet menuju PON 2028.

Dengan rencana pemerataan sarana latihan dan penguatan koordinasi pengurus daerah, PTMSI Kaltim berupaya meningkatkan kemampuan atlet agar dapat bersaing di tingkat nasional. Target medali emas diharapkan menjadi motivasi untuk membangun pembinaan tenis meja yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga Kaltim pada PON 2028. [] (ADV)

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *