Australia Desak Negara Asia Tenggara Perkuat Pertahanan Hadapi China

Australia mendorong penguatan kerja sama pertahanan dengan negara-negara mitra di Asia Tenggara menyusul kekhawatiran terhadap peningkatan kekuatan militer China dan ketegangan di Laut China Selatan.

FILIPINA – Australia mendorong penguatan koordinasi pertahanan dengan negara-negara mitra di Asia Tenggara untuk menghadapi meningkatnya tekanan keamanan akibat ekspansi kekuatan militer China. Seruan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dalam pertemuan para menteri pertahanan Asia Tenggara di Filipina, Kamis (29/10/2026).

Marles menilai pertumbuhan kekuatan militer China menjadi salah satu tantangan terbesar bagi stabilitas kawasan. Karena itu, ia meminta negara-negara di kawasan tidak hanya mengandalkan kemampuan pertahanan masing-masing, tetapi juga mempererat hubungan dengan sekutu dan negara tetangga.

“Jelas sekali kita sedang menyaksikan peningkatan kekuatan militer konvensional terbesar yang pernah dilihat dunia sejak akhir Perang Dunia Kedua dari China,” kata Marles, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis (29/10/2026).

Menurut Marles, Beijing belum memberikan penjelasan mengenai peningkatan kekuatan militernya. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan tekanan bagi negara-negara Asia Tenggara, sekaligus menjadi tantangan bagi Australia dalam menjaga kepentingan dan keamanan nasional.

Ia menegaskan, Australia membutuhkan tatanan internasional berbasis aturan agar negara-negara dengan kekuatan menengah tetap memiliki ruang untuk bertindak dan mempertahankan kepentingannya.

“Kita perlu memastikan bahwa pemahaman kita tentang aturan lalu lintas tetap berlaku, karena bagi negara kekuatan menengah seperti Australia, aturan itulah yang memberi kita kekuatan untuk bertindak,” ujarnya.

Sebagai langkah memperkuat koordinasi, Marles mengungkapkan pertemuannya dengan kelompok pertahanan informal yang dikenal sebagai Squad. Kelompok tersebut beranggotakan Australia, Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Filipina. Keempat negara berkomitmen meningkatkan koordinasi kebijakan pertahanan di tengah dinamika keamanan kawasan.

“Saya pikir tantangan yang dihadapi di bagian dunia ini dan tekanan yang dialami dipahami dengan baik oleh keempat negara tersebut,” kata Marles.

Ia menilai kerja sama antarnegara menjadi semakin penting untuk menjaga stabilitas regional, terutama ketika ketegangan di kawasan meningkat.

“Sekarang adalah waktu untuk lebih mengandalkan teman dan tetangga, serta bekerja sama lebih erat untuk menjamin keamanan bersama kita,” ujarnya.

Kekhawatiran Australia tersebut berkaitan dengan aktivitas militer China di Laut China Selatan. Beijing selama ini mengerahkan kapal penjaga pantai, kapal angkatan laut, dan armada lainnya untuk melakukan patroli di wilayah perairan yang juga diklaim sejumlah negara.

China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Namun, klaim tersebut bertentangan dengan putusan arbitrase internasional yang menyatakan tidak terdapat dasar hukum bagi klaim historis China atas sebagian besar wilayah perairan tersebut.

Ketegangan juga terjadi di kawasan Pasifik Selatan. Pada Juli 2026, Australia memprotes uji coba rudal China yang memiliki kemampuan nuklir. Canberra menilai peluncuran tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

Sementara itu, Filipina sebagai mitra keamanan Australia berulang kali terlibat dalam konfrontasi dengan China di Laut China Selatan. Pemerintah Filipina menyatakan jumlah kehadiran kapal militer dan penjaga pantai China di wilayah sengketa hampir berlipat ganda pada September dibandingkan periode sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan Manila pada awal Oktober 2026.

Dorongan Australia untuk mempererat kerja sama pertahanan menunjukkan meningkatnya perhatian negara-negara kawasan terhadap dinamika kekuatan militer China. Koordinasi diplomatik dan pertahanan diharapkan dapat menjaga stabilitas regional serta mencegah perselisihan berkembang menjadi konflik terbuka. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *