Proyek Infrastruktur Nunukan Dikebut, Gudang Karhutla Baru Capai 52 Persen

Pemprov Kaltara mempercepat penyelesaian pembangunan gudang karhutla dan pengaspalan Jalan Coastal Road Nunukan dengan memperketat pengawasan serta mengantisipasi kendala operasional menjelang akhir tahun.

NUNUKAN – Sisa waktu sekitar satu setengah bulan menjelang akhir tahun menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menuntaskan sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Nunukan. Hingga awal November, pembangunan gudang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) baru mencapai 52 persen, sementara pengaspalan Jalan Coastal Road Nunukan masih dikejar agar rampung sesuai jadwal.

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala menekankan pentingnya percepatan pekerjaan melalui pengawasan langsung terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan infrastruktur di Nunukan, Rabu (4/11/2026).

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan gudang karhutla dan gudang senjata api (senpi) di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Nunukan. Berdasarkan hasil peninjauan, progres pengerjaan fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 52 persen.

Ingkong mengatakan, ketersediaan material dan kesiapan pelaksana menjadi faktor pendukung untuk mengejar penyelesaian proyek hingga akhir tahun. Ia juga telah berdiskusi dengan pihak kontraktor guna mengetahui perkembangan pekerjaan serta kendala yang berpotensi menghambat penyelesaian pembangunan.

“Progresnya sudah sekitar 52 persen. Kami sudah berdiskusi dengan pelaksana dan kontraktor. Material juga sudah siap, sehingga kami berharap pekerjaan ini bisa diselesaikan sampai Desember sesuai target,” kata Ingkong, sebagaimana diberitakan sumber Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kaltara, Rabu, (04/11/2026).

Selain fasilitas penunjang penanganan karhutla, percepatan pembangunan juga menyasar Jalan Coastal Road Nunukan yang menghubungkan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal), Sedadap, Pelabuhan Sei Jepun, hingga Mansapa. Proyek jalan tersebut dibiayai melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltara.

Dalam peninjauan itu, Ingkong melihat langsung proses pengaspalan sepanjang satu kilometer. Meski kondisi cuaca dinilai mendukung, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi perhatian karena dibutuhkan untuk menunjang operasional alat berat dan peralatan pengaspalan.

“Pengaspalan yang kita tinjau tadi sepanjang satu kilometer. Cuaca cukup mendukung, hanya ketersediaan BBM yang perlu diperhatikan, terutama untuk alat pembakar aspal dan operasional alat berat. Namun, pelaksana meyakinkan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi keterlambatan, Ingkong meminta perangkat daerah teknis meningkatkan pengawasan dan memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Menurutnya, waktu yang tersisa sebelum pergantian tahun harus dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk mengejar bagian pekerjaan yang masih tertinggal.

“Memasuki awal November, masih ada waktu sekitar satu setengah bulan. Saya berharap perangkat daerah teknis terus memantau pekerjaan agar target dan progres yang masih tertinggal bisa segera diselesaikan,” tegasnya.

Pemprov Kaltara berharap percepatan pengerjaan kedua proyek tersebut dapat berjalan tanpa mengabaikan standar kualitas konstruksi. Penyelesaian tepat waktu diharapkan tidak hanya memenuhi target pembangunan daerah, tetapi juga memperkuat fasilitas penanganan karhutla dan meningkatkan konektivitas serta akses transportasi masyarakat di Nunukan. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *