Kim Jong-un Tinjau Kapal Perang Raksasa, Korea Utara Perkuat Armada Laut

Kim Jong-un meninjau pembangunan kapal yang diperkirakan berbobot 10.000 ton dan mendorong modernisasi Galangan Kapal Nampho sebagai bagian dari penguatan armada serta kemampuan rudal angkatan laut Korea Utara.

SEOUL – Korea Utara mempercepat penguatan kemampuan maritim militernya melalui pembangunan kapal perang berukuran besar yang diperkirakan merupakan kapal penjelajah berbobot 10.000 ton. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau langsung proyek tersebut di Galangan Kapal Nampho pada Senin, sekaligus mendorong modernisasi fasilitas produksi kapal untuk memperkuat kekuatan angkatan laut negaranya.

Kunjungan itu menjadi sinyal berlanjutnya pengembangan armada permukaan Korea Utara di tengah peningkatan kemampuan rudal angkatan laut negara tersebut. Dalam peninjauan itu, Kim meminta peningkatan kapasitas galangan kapal yang sudah beroperasi serta optimalisasi kegiatan produksi guna mendukung industri maritim dan menjaga wilayah perairan negara.

Kantor Berita Pusat Korea (Korean Central News Agency/KCNA) melaporkan, kapal yang sedang dibangun tersebut memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan kapal perusak yang diproduksi pada tahun sebelumnya. Laporan itu disampaikan KCNA pada Rabu, 04 November 2026.

Foto-foto yang dirilis KCNA memperlihatkan Kim bersama sejumlah pejabat berdiri di dekat bagian bawah lambung kapal. Struktur kapal tersebut ditopang balok-balok penyangga berukuran besar yang tingginya bahkan melampaui tubuh orang-orang di sekitarnya.

Analisis Forum Pertahanan dan Keamanan Korea (Korea Defense and Security Forum) yang berbasis di Seoul menyebut foto tersebut sebagai publikasi pertama yang memperlihatkan pembangunan kapal penjelajah berbobot sekitar 10.000 ton. Lembaga kajian itu memperkirakan kapal tersebut akan dilengkapi sejumlah besar rudal jelajah yang dapat digunakan untuk menyerang sasaran permukaan dari jarak lebih jauh.

Pembangunan kapal berukuran besar itu berlangsung bersamaan dengan pengembangan kapal perusak kelas Choe Hyon ketiga. Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana penguatan pertahanan lima tahun di bawah kepemimpinan Kim, yang menargetkan pembangunan dua kapal perang permukaan setiap tahun.

Galangan Kapal Nampho di pesisir barat Korea Utara menjadi salah satu fasilitas utama dalam pengembangan armada tersebut. Fasilitas itu sebelumnya juga digunakan untuk membangun kapal perusak. Citra satelit yang dipublikasikan pada Oktober menunjukkan adanya perluasan besar-besaran di kawasan galangan kapal tersebut.

Selain memperbesar armada kapal perang, Korea Utara juga meningkatkan kemampuan persenjataan laut melalui serangkaian pengujian rudal. Pada Juli, Kim menyaksikan uji peluncuran rudal jelajah strategis dan evaluasi sistem antikapal di atas kapal perusak. Sebelumnya, pada April, negara itu menguji rudal antikapal untuk menilai efektivitas kapal perusaknya.

Rangkaian pembangunan kapal dan pengujian persenjataan tersebut menunjukkan bahwa penguatan angkatan laut menjadi salah satu prioritas program pertahanan Korea Utara. Modernisasi galangan kapal Nampho diharapkan mendukung peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperluas kemampuan operasional armada militernya. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *