Bontang Luncurkan SATRIA untuk Lindungi Anak di Era Digital

Pemkot Bontang meluncurkan SATRIA sebagai platform digital ramah anak untuk memperkuat literasi, perlindungan data, pendampingan kesehatan mental, dan kanal aspirasi anak.

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui peluncuran SATRIA (Saatnya Terhubung, Informatif, dan Ramah Anak), platform yang menyediakan edukasi, kanal aspirasi, serta dukungan bagi kebutuhan anak dan keluarga.

Portal satria.bontangkota.go.id tersebut resmi diluncurkan pada Selasa (06/10/2026) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Inovasi tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan penggunaan teknologi oleh anak, mulai dari peningkatan literasi digital hingga perlindungan data pribadi dan pendampingan kesehatan mental.

Peluncuran SATRIA diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang dengan dukungan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI).

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memimpin peluncuran yang turut dihadiri perwakilan PT KNI, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forum Anak Kota Bontang.

Neni menekankan perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar lingkungan tumbuh kembang anak tetap aman, termasuk ketika aktivitas mereka berlangsung di ruang digital.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, mari berkolaborasi mewujudkan Bontang sebagai Kota Layak Anak,” tegas Wali Kota Neni.

Sebagaimana diberitakan PPID Setda, Selasa (06/10/2026), kehadiran SATRIA juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang membangun layanan publik yang lebih mudah diakses anak. Platform tersebut memuat pendekatan berbasis artificial intelligence (AI) dan dirancang agar anak dapat memperoleh informasi sekaligus menyampaikan aspirasi dalam lingkungan digital yang lebih ramah.

Kepala DP3AKB Bontang Bahtiar Mabe melaporkan sekitar 300 peserta terlibat dalam peresmian platform tersebut. Peserta berasal dari unsur pelajar, Dharma Wanita Persatuan (DWP), camat, hingga lurah.

Dukungan dunia usaha dalam pengembangan SATRIA turut disampaikan Site Manager PT KNI Budi Santosa. Perusahaan menyatakan bangga dapat mengambil bagian dalam program yang berorientasi pada pemenuhan hak tumbuh kembang anak.

Selain membangun layanan digital, Pemkot Bontang mengingatkan keluarga agar tidak melepas pengawasan terhadap penggunaan gawai. Orang tua diminta mendampingi anak sekaligus menanamkan nilai agama, etika, dan empati sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.

Kehadiran SATRIA diharapkan tidak berhenti sebagai inovasi teknologi, tetapi berkembang menjadi sarana edukasi dan komunikasi yang terpercaya bagi anak. Sinergi Pemkot Bontang, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci agar perlindungan serta pemenuhan hak anak dapat berjalan berkelanjutan. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *