Penyebaran Guru di Kaltim Masih Belum Merata

PARLEMENTARIA KALTIM – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin mengungkapkan bahwa Kaltim saat ini masih kekurangan guru. Hal itu disampaikan Salehuddin kepada awak media usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kaltim ke-10 di Gedung Utama Kantor DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda, Selasa (21/03/2023).

Salehuddin

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menyatakan, salah satu faktor penyebab permasalahan kurangnya guru adalah penyebaran guru yang tidak merata di Kaltim dan juga terdapat beberapa guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetapi Tanpa Penempatan (TP).

“Bayangkan yang di sekolah A sama sekali tidak punya guru mata pelajaran agama misalnya, tapi yang di B ada dua orang tiga orang gitu kan. Ini kan nggak merata. Belum bicara misalnya daerah-daerah terpencil, di beberapa kabupaten kota, di kecamatan, jelas kekurangan,” ungkapnya.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kutai Kartanegara (Kukar) ini menyebutkan setidaknya terdapat 567 guru, termasuk 57 guru di dapilnya merupakan guru dengan status PPPK di Kaltim namun TP. Ia meminta agar DPRD beserta Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memetakan di sekolah-sekolah yang membutuhkan.

“Makanya saya minta tadi pemerintah provinsi dan DPRD mendorong lagi informasi yang statusnya PPPK lulus tapi TP tanpa penempatan didorong lagi menjadi formasi PPPK dengan dipetakan, disebarkan di beberapa sekolah yang memang membutuhkan,” ujar anggota dewan yang juga menjabat selaku Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kaltim ini. []

Penulis: Enggal Triya Amukti | Penyunting: Hadi Purnomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com