Seorang penjual kerupuk berusia 65 tahun meninggal setelah dianiaya ketika berusaha menyelamatkan siswi SMP dari dugaan percobaan pemerkosaan, sementara terduga pelaku masih dalam pengejaran polisi.
JAWA TIMUR – Seorang penjual kerupuk berusia 65 tahun berinisial R meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan berat ketika berusaha menyelamatkan seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) dari dugaan percobaan pemerkosaan di Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Terduga pelaku berinisial S (34) kini masih diburu polisi setelah melarikan diri dari lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut memperlihatkan risiko yang dihadapi korban saat berupaya melindungi orang lain dari ancaman kekerasan. R dilaporkan meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar satu pekan akibat luka parah yang dideritanya.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Karanggeneng, Sofian Ali, membenarkan adanya penganiayaan yang berujung kematian tersebut. Ia mengatakan penanganan perkara telah dilimpahkan kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Lamongan.
“Betul kami sudah tangani kasus tersebut dan kasus tersebut kini juga sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Lamongan,” kata Ali saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika R mendengar teriakan minta tolong. Saat mendatangi sumber suara, ia mendapati seorang siswi SMP diduga berada dalam ancaman kekerasan seksual oleh S.
R kemudian berusaha menghalangi tindakan terduga pelaku. Ia diduga sengaja menarik perhatian dan memancing amarah S agar siswi tersebut memiliki kesempatan melarikan diri untuk mencari pertolongan.
Namun, upaya itu justru membuat R menjadi sasaran serangan. S diduga membenturkan kepala korban ke tembok dan menyerangnya menggunakan obeng hingga mengalami luka serius.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Meski telah menjalani penanganan medis secara intensif selama kurang lebih tujuh hari, nyawa R tidak berhasil diselamatkan.
Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat (30/10/2026), polisi masih melakukan pencarian terhadap S yang kabur setelah kejadian. Peristiwa ini juga menjadi perhatian publik setelah kisah R menyebar di media sosial dan memunculkan desakan agar terduga pelaku segera ditangkap.
Pengejaran terhadap S dan proses penyelidikan diharapkan dapat segera mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian tersebut. Selain memastikan pertanggungjawaban hukum pihak yang terlibat, penanganan perkara juga penting untuk memberikan perlindungan dan kepastian bagi siswi yang menjadi korban dugaan percobaan kekerasan seksual. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan