Bendera Ukraina dan Rusia. FOTO/iStockphoto

Rusia Tolak Gencatan Senjata, Operasi Militer di Ukraina Berlanjut

Rusia memastikan operasi militernya di Ukraina tetap berjalan menjelang perundingan trilateral di Abu Dhabi karena menolak gencatan senjata sementara yang dinilai dapat memberi Kyiv kesempatan memulihkan kekuatan.

MOSKOW – Rusia memastikan operasi militernya di Ukraina tetap berlanjut meskipun persiapan perundingan tiga pihak bersama Amerika Serikat (AS) dan Ukraina tengah dilakukan. Moskow menolak penghentian pertempuran sementara karena menilai langkah tersebut justru dapat memberi Kyiv waktu untuk memulihkan kekuatan militernya sebelum konflik berlanjut.

Sikap itu disampaikan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan pada Jumat (30/10/2026). Ia menegaskan, tujuan Rusia bukan sekadar menghentikan pertempuran dalam waktu singkat, melainkan mencapai perdamaian yang dinilai dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Kami telah berulang kali menyatakan bahwa kami menentang gencatan senjata yang akan memberikan kesempatan bagi Ukraina untuk beristirahat,” kata Peskov, sebagaimana diberitakan Metro TV, Jumat (30/10/2026), mengutip kantor berita pemerintah Rusia, TASS.

Peskov menyatakan Moskow tidak memiliki rencana menghentikan operasi militernya menjelang perundingan trilateral yang dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi pada November 2026. Dengan demikian, proses diplomatik tersebut belum menjadi alasan bagi Rusia untuk menghentikan aktivitas militernya di medan perang.

Mengenai kemungkinan keterlibatan negara-negara Eropa dalam perundingan, Peskov mengatakan belum ada pembahasan konkret. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan negara-negara Eropa akan dilibatkan apabila proses negosiasi memasuki tahap yang membutuhkan kehadiran mereka.

“Pada tahap tertentu, ya, keterlibatan negara-negara Eropa akan diperlukan. Namun, sejauh ini belum ada yang membahas hal tersebut secara konkret,” ujarnya.

Di sisi lain, serangan Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak di Rusia disebut tidak akan mengubah rencana perundingan. Peskov juga menyatakan Moskow tidak berniat membawa persoalan serangan tersebut ke meja pembicaraan di Abu Dhabi.

Menurut dia, persoalan serangan terhadap fasilitas minyak Rusia lebih tepat dibahas secara langsung antara Washington dan Kyiv. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Rusia berupaya memisahkan agenda perundingan dari sejumlah persoalan militer yang masih berlangsung.

Sikap Moskow tersebut menunjukkan bahwa pembukaan jalur diplomasi belum tentu diikuti penurunan intensitas konflik di lapangan. Perundingan mendatang akan menjadi ujian bagi Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat untuk mencari titik temu, sementara keberlanjutan operasi militer tetap menjadi tantangan utama bagi upaya mencapai perdamaian. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *