Dinas PUPR Kalimantan Selatan menggelar pelatihan Ahli K3 Konstruksi untuk memperkuat kemampuan tenaga kerja dalam mencegah kecelakaan dan menerapkan standar keselamatan di proyek infrastruktur.
BANJARBARU – Peningkatan kompetensi ahli keselamatan konstruksi menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus menjaga keamanan pembangunan infrastruktur. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah menggelar pelatihan tenaga kerja konstruksi berkualifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi di Aula Kantor Dinas PUPR Kalsel, Selasa (27/10/2026).
Pelatihan tersebut diarahkan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan kemampuan dalam mengenali potensi bahaya, mencegah kecelakaan, serta menerapkan standar keselamatan di lokasi proyek. Peningkatan kompetensi ini juga diharapkan dapat melindungi pekerja, masyarakat di sekitar proyek, dan lingkungan.
Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Bina Konstruksi Muhammad Nursjamsi menegaskan bahwa penerapan standar keselamatan harus menjadi bagian penting dari setiap tahapan pekerjaan konstruksi.
“Melalui pelatihan Ahli K3 Konstruksi ini, diharapkan pekerjaan konstruksi dapat memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan,” kata Nursjamsi saat membuka kegiatan tersebut.
Sebagaimana diberitakan Media Center Kalimantan Selatan, Selasa, (27/10/2026), pelatihan itu merupakan bagian dari pembinaan jasa konstruksi yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya.
Nursjamsi menjelaskan, pembinaan tersebut mencakup pengaturan, pemberdayaan, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan jasa konstruksi. Dasar hukumnya antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 mengenai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
Peningkatan kemampuan tenaga kerja dinilai penting karena keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari tersedianya infrastruktur. Proses pengerjaan juga harus memperhatikan perlindungan tenaga kerja serta keselamatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi proyek.
Nursjamsi menekankan bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan.
“Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tersedianya infrastruktur, tetapi juga dari terpenuhinya standar keselamatan selama proses pekerjaan berlangsung,” jelasnya.
Pelatihan tersebut juga ditujukan untuk mendorong penyedia jasa dan pengguna jasa konstruksi menyiapkan petugas keselamatan yang kompeten. Petugas diharapkan mampu mengenali potensi bahaya dan memastikan langkah pencegahan diterapkan selama pekerjaan berlangsung.
Penerapan keselamatan konstruksi mengacu pula pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi. Pedoman tersebut menjadi salah satu acuan dalam pengelolaan keselamatan pada pekerjaan konstruksi.
“Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan mampu memahami dan menerapkan langkah pencegahan kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja. Penerapan keselamatan secara konsisten dinilai penting untuk melindungi pekerja sekaligus menjaga kelancaran pelaksanaan pembangunan infrastruktur,” ucapnya.
Nursjamsi meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius, aktif berdiskusi, dan menggali pengetahuan dari narasumber agar materi yang diperoleh dapat diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia berharap kompetensi yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi bagian dari praktik kerja pada proyek-proyek konstruksi di kabupaten dan kota se-Kalsel.
“Dengan penguatan kapasitas tenaga ahli K3, Pemprov Kalsel melalui Dinas PUPR terus mendorong penyelenggaraan jasa konstruksi yang lebih aman, profesional, dan bertanggung jawab, sehingga pembangunan infrastruktur di Banua dapat terlaksana dengan memperhatikan perlindungan tenaga kerja, masyarakat, dan lingkungan,” pungkasnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan