Amuntai Jadi Pusat Perhelatan Sastra Kalsel 2026

Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXIII di Amuntai mengangkat sejarah Negara Dipa sebagai sumber inspirasi penciptaan karya sekaligus penguatan identitas dan pelestarian budaya Banua.

AMUNTAI – Jejak sejarah Negara Dipa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menjadi sumber inspirasi pengembangan sastra daerah dalam pelaksanaan Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XXIII Tahun 2026. Melalui tema “Membangkit Sastra di Negara Dipa”, perhelatan ini diarahkan untuk memperkuat identitas budaya Banua sekaligus mendorong lahirnya karya sastra yang merekam kekayaan sejarah dan tradisi setempat.

Kegiatan yang mempertemukan ratusan sastrawan, budayawan, seniman, penulis, dan pegiat literasi dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut resmi dibuka pada Jumat (30/10/2026) malam di Gedung H. Abdul Wahid, Amuntai. Penyelenggaraan ASKS XXIII dipercayakan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU.

Bupati HSU Sahrujani mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tingkat provinsi itu menjadi kehormatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Ia juga menyambut kehadiran gubernur, para kepala daerah, serta pegiat sastra dan budaya dari berbagai wilayah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten HSU dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Gubernur, para kepala daerah, serta seluruh tamu undangan, khususnya para budayawan dan sastrawan dari berbagai penjuru Kalsel,” ucapnya.

Menurut Sahrujani, tema yang diangkat bukan sekadar mengajak masyarakat mengenang masa lalu, melainkan menjadikan warisan sejarah sebagai pijakan untuk mengembangkan sastra yang memiliki keterkaitan kuat dengan identitas budaya Banua.

Negara Dipa memiliki arti penting dalam ingatan sejarah Kalsel dan berkaitan erat dengan wilayah HSU. Jejak tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penciptaan karya sastra yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga memperkaya pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan daerah.

“Selamat ber‑Aruh Sastra, mari jadikan Negara Dipa bukan hanya jejak sejarah yang kita kenang, melainkan sumber inspirasi untuk melahirkan karya‑karya yang menjaga martabat budaya dan memperkaya peradaban Banua,” tutupnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Tim Aruh Sastra Tabalong menyerahkan lukisan kepada Sahrujani sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas penyelenggaraan ASKS XXIII.

Pembukaan kegiatan juga diisi sambutan Gubernur Kalsel yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. Ia mengapresiasi Pemkab HSU sebagai tuan rumah dan berharap forum tersebut menjadi ruang bagi sastrawan serta budayawan untuk berkarya, bertukar gagasan, dan menjaga keberlanjutan kebudayaan daerah.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan peluncuran buku ASKS. Penerbitan buku tersebut menjadi salah satu upaya mendokumentasikan karya dan memperkaya khazanah kesusastraan Kalsel agar dapat dikenal serta dipelajari oleh masyarakat luas.

Sebagaimana diberitakan MC HSU, Jumat (30/10/2026), pembukaan ASKS XXIII turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) HSU Hero Setiawan, Sekretaris Daerah (Sekda) HSU Adi Lesmana, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) HSU Fadillah beserta anggota, serta Ketua DPRD Provinsi Kalsel beserta anggota.

Hadir pula para kepala daerah se-Kalsel atau perwakilannya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HSU, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) HSU dan Balangan, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) HSU, serta tamu undangan lainnya.

Melalui pertemuan para pelaku sastra dan budaya tersebut, ASKS XXIII diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menghasilkan karya, dokumentasi, dan gagasan yang memperkuat pelestarian budaya Banua. Pengangkatan sejarah Negara Dipa menjadi tema utama juga diharapkan membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenali warisan daerah melalui sastra. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *