Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut anggaran daerah untuk penanganan karhutla jauh melampaui bantuan pusat sebesar Rp15 miliar, sementara kebakaran di Kenohan dilaporkan telah terkendali dan kebutuhan logistik petugas terus menjadi perhatian.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan nilai yang disebut jauh melampaui bantuan pemerintah pusat sebesar Rp15 miliar. Dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan personel, pemadaman kebakaran, serta pemenuhan kebutuhan operasional petugas di lapangan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, besarnya alokasi anggaran daerah merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama untuk memastikan kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas ke wilayah yang sulit dijangkau.
“Kalau kita untuk penanganan karhutla, alokasi yang kita miliki di Kukar itu jauh lebih besar daripada itu,” ujar Aulia di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026).
Menurut Aulia, penanganan karhutla membutuhkan kesiapan anggaran, personel, peralatan, serta dukungan logistik yang memadai. Seluruh komponen tersebut diperlukan untuk memastikan upaya pemadaman dapat berlangsung secara efektif ketika kebakaran terjadi.
Pemkab Kukar telah menyiagakan sejumlah unsur penanggulangan kebakaran, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakar) yang berada di tingkat desa dan kelurahan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi penanganan karhutla, termasuk mempercepat pengerahan petugas apabila ditemukan titik api di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
Selain membahas kesiapan anggaran, Aulia menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran yang sebelumnya menjadi perhatian pemerintah daerah di Kecamatan Kenohan.
Wilayah tersebut sempat menjadi salah satu fokus penanganan karena adanya laporan kebakaran yang membutuhkan respons petugas di lapangan.
Namun, berdasarkan pemantauan terbaru yang disampaikan Aulia, api di kawasan Kenohan telah berhasil dikendalikan oleh tim penanggulangan kebakaran.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam penanganan kebakaran di wilayah itu, meskipun pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
Pemkab Kukar juga menekankan pentingnya menjaga kesiapan seluruh unsur penanggulangan kebakaran, terutama pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dan akses penanganan yang terbatas.
Aulia menegaskan, dukungan pemerintah daerah tidak hanya berupa penyediaan anggaran, tetapi juga pemenuhan kebutuhan operasional petugas yang bekerja langsung di lokasi kebakaran.
Salah satu perhatian utama adalah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung mobilitas kendaraan dan peralatan pemadaman, serta logistik bagi personel selama menjalankan tugas.
“Kami ingin memastikan bahwa logistik teman-teman di lapangan terpenuhi, BBM terpenuhi, dan ini dikelola dengan baik,” pungkasnya.
Menurut Aulia, pemenuhan kebutuhan tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran operasi penanganan karhutla. Ketersediaan logistik dan BBM diharapkan dapat mendukung petugas dalam menjangkau lokasi kebakaran serta melaksanakan pemadaman secara optimal.
Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kesiapsiagaan BPBD dan Damkar Kukar dalam mengoordinasikan penanganan kebakaran, termasuk dukungan relawan di tingkat desa dan kelurahan.
Dengan dukungan anggaran daerah, kesiapan personel, serta koordinasi antarlembaga, Pemkab Kukar berharap penanganan karhutla dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Penguatan kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran, mengurangi dampak asap terhadap masyarakat, serta melindungi kawasan hutan dan lahan dari kerusakan yang lebih besar. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan