Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin (Photo/Reza).

Rendi Solihin Dorong Festival Digelar di 20 Kecamatan Kukar

Wabup Kukar Rendi Solihin menegaskan efisiensi anggaran tidak akan menghentikan agenda festival daerah pada 2027, termasuk upaya menghadirkan Festival Erau yang lebih meriah dan mempertahankannya dalam Karisma Event Nusantara.

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan rangkaian Kukar Kaya Festival tetap diselenggarakan pada 2027 meskipun menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah juga menargetkan Festival Erau berlangsung lebih meriah dan kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Kukar Rendi Solihin di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026), menyusul penyelenggaraan Festival Pesta Laut Samboja atau Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di halaman Pasar Kuala Samboja, Kecamatan Samboja.

Rendi menjelaskan, Pemkab Kukar tengah menyusun kalender kegiatan pariwisata untuk 2027. Penyusunan tersebut dilakukan melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar yang saat ini masih dipimpin seorang Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas (Kadis).

Pemerintah daerah telah meminta Dispar Kukar menuntaskan penyusunan agenda festival agar seluruh kegiatan dapat diverifikasi dan disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah.

“Kemarin kami sudah minta untuk menuntaskan agenda tahun 2027, kalender event kabupaten apa saja. Kami akan verifikasi kembali dan memastikan event-event Kukar Festival akan berjalan, terutama dalam program Kukar Idaman Terbaik,” ujarnya.

Menurut Rendi, keberlanjutan festival merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha yang memperoleh manfaat dari penyelenggaraan kegiatan pariwisata.

Ia menegaskan, kebijakan efisiensi anggaran tidak seharusnya menghentikan kegiatan festival yang memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Efisiensi tidak boleh menjadi penghalang untuk dijalankannya Kukar Festival, karena ini juga sumber hiburan sekaligus penggerak ekonomi,” katanya.

Keberhasilan penyelenggaraan Pesta Laut Samboja 2026 menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk mempertahankan agenda festival pada tahun mendatang.

Rendi menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut menunjukkan bahwa festival masih menjadi sarana hiburan yang diminati warga. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan di 20 kecamatan di Kukar.

“Antusiasmenya luar biasa. Masyarakat sangat haus hiburan. Ini harus terjadi lagi di Kutai Kartanegara, khususnya di Tenggarong,” tuturnya.

Selain memastikan keberlanjutan Kukar Kaya Festival, Rendi memberikan perhatian khusus terhadap Festival Erau yang menjadi salah satu agenda budaya unggulan daerah.

Ia berharap penyelenggaraan Erau pada 2027 dapat dikemas lebih meriah sekaligus mempertahankan posisinya dalam KEN, program kurasi kegiatan pariwisata unggulan yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Menurutnya, mempertahankan Festival Erau dalam kalender kegiatan pariwisata nasional membutuhkan persiapan yang matang karena proses seleksinya tidak mudah.

“Erau harus lebih meriah dan tetap masuk KEN. Masuk KEN itu susah,” ujarnya.

Dengan penyusunan kalender festival sejak dini, Pemkab Kukar diharapkan dapat menjaga kesinambungan kegiatan pariwisata di tengah keterbatasan anggaran. Penyelenggaraan festival juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, memperluas peluang usaha, serta memperkuat daya tarik Kukar sebagai destinasi wisata budaya dan kegiatan kreatif di Kalimantan Timur (Kaltim). [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *