Setelah sempat terbengkalai dan dijadikan gudang, Jam Bentong di Tenggarong mulai dibenahi untuk mendukung aktivitas komunitas seni, produksi konten digital, dan promosi pariwisata Kukar.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan kawasan Jam Bentong di Tenggarong sebagai ruang aktivitas komunitas seni, promosi pariwisata, dan produksi konten digital. Bangunan yang sebelumnya terbengkalai dan sempat difungsikan sebagai gudang itu mulai dibenahi untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Ivan Akhmad Yamani, mengatakan pemanfaatan Jam Bentong diarahkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas kreatif. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan seni sekaligus memperluas media promosi potensi wisata Kukar.

“Ke depannya, aktivitas di sini sebagai media promosi. Namun, kita harus berkolaborasi. Kita punya tempat, kita punya komunitas. Bagaimana kita membuat tempat ini bisa digunakan oleh komunitas,” ujar Ivan saat ditemui di Tenggarong, Selasa (03/11/2026).
Menurut Ivan, rencana revitalisasi Jam Bentong sebenarnya telah muncul sejak 2020. Saat itu, bangunan tersebut dirancang menjadi museum digital dengan teknologi video wall dan proyektor untuk menampilkan berbagai tema visual, termasuk kekayaan laut dan hutan.
Namun, pengembangan tersebut belum terealisasi sesuai konsep awal. Pembenahan bangunan kembali dilakukan pada 2025 ketika Jam Bentong dimanfaatkan sebagai sekretariat kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Perbaikan awal dilaksanakan secara gotong royong karena belum tersedia anggaran khusus. Dispar Kukar kemudian memperoleh dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan dan kebocoran, sekaligus memasang kembali perangkat pendingin ruangan.
Seiring pembenahan tersebut, Dispar Kukar mulai mempersiapkan pemanfaatan salah satu ruangan sebagai studio siniar (podcast). Rencana ini didukung ketersediaan peralatan produksi konten yang telah dimiliki bidang ekraf.
Selain pengembangan fasilitas produksi konten digital, komunitas Serapo mengusulkan agar Jam Bentong dijadikan pusat kegiatan seni (art center). Usulan tersebut diharapkan dapat memperluas fungsi bangunan sebagai tempat berkumpul, berkarya, dan menampilkan kreativitas masyarakat.
Meski demikian, konsep pusat kegiatan seni belum dapat diterapkan sepenuhnya karena memerlukan penyesuaian tata ruang. Selain itu, pekerjaan fisik yang ditangani Dinas PU belum diserahterimakan kepada Dispar Kukar.
Sebagai alternatif, muncul usulan pengembangan ruang seni (art space) atau etalase produk kreatif di kawasan Arbizz Space. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi pelaku ekraf untuk memperkenalkan karya dan produk mereka kepada masyarakat.
Pengembangan Jam Bentong juga direncanakan mencakup penyediaan alat musik dan peningkatan fasilitas pendukung lainnya. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada ketersediaan anggaran tahun berikutnya.
Ivan menambahkan, Jam Bentong memiliki kapasitas daya listrik hingga 50.000 watt. Kapasitas tersebut dinilai dapat mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan komunitas, termasuk aktivitas yang membutuhkan perangkat tata suara.
Melalui pemanfaatan kembali Jam Bentong, Dispar Kukar berharap bangunan tersebut dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mendukung kreativitas masyarakat, memperkuat promosi pariwisata, dan membuka peluang pengembangan ekraf di Kukar. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan