Kabid Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Surya Wirawan (Photo/Reza)

Distanak Kukar Sasar 32 Ribu Petani dalam Program Pemberdayaan

Distanak Kukar memperkuat pemberdayaan petani melalui pelatihan dan sekolah lapang guna mendukung target 32 ribu petani dalam program 100 ribu petani, peternak, dan nelayan produktif periode 2025–2030.

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat capaian pemberdayaan petani melalui pelatihan yang menjangkau 505 peserta dan kegiatan sekolah lapang yang dilaporkan mencapai 656. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian sekaligus mendukung target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dalam memberdayakan 100 ribu petani, peternak, dan nelayan produktif selama periode 2025–2030.

Kepala Bidang (Kabid) Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Surya Wirawan, mengatakan program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari visi Kukar Idaman Terbaik 2025–2030, khususnya misi keenam yang berfokus pada penguatan petani, peternak, dan nelayan tangguh.

“Dari program 100 ribu petani, peternak, dan nelayan produktif, Dinas Pertanian mendapatkan bagian sebanyak 32 ribu petani selama lima tahun,” jelas Erwin saat ditemui di Kantor Distanak Kukar, Tenggarong, Kamis (05/11/2026).

Erwin menjelaskan, terdapat sekitar 59 ribu petani yang tersebar di berbagai wilayah Kukar. Untuk menjangkau mereka, Distanak mengoptimalkan pendampingan melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan penyuluh pertanian swadaya.

Pendampingan dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan sekolah lapang yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam menerapkan teknik budi daya pertanian.

Sepanjang 2025–2026, Distanak melaksanakan sekolah lapang di enam kecamatan dengan melibatkan penyuluh serta narasumber yang memiliki kompetensi di bidang iklim. Kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan petani dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Erwin mengakui, kebijakan efisiensi anggaran memengaruhi jumlah petani yang dapat mengikuti program pemberdayaan pada tahun berjalan. Karena itu, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap.

“Kalau di bidang kami, untuk tahun ini ada 155 petani yang terbiayai. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena kondisi efisiensi,” ungkap Erwin.

Dalam pelaksanaannya, sekolah lapang tidak hanya memberikan pembelajaran teori, tetapi juga menyediakan sarana praktik pertanian berupa benih, pupuk, pestisida, dan penyewaan peralatan untuk persiapan awal tanam.

Kegiatan tersebut tersebar di tujuh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), termasuk wilayah Separi dan Teluk Dalam di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Distanak Kukar menerapkan metode penanaman yang mengacu pada pola Kementerian Pertanian, yakni PMAS, dengan menggunakan benih yang didatangkan dari Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Samarinda.

Untuk kegiatan pelatihan, varietas padi yang digunakan adalah Inpari 32. Setiap kelas terdiri atas sekitar 20–25 peserta, dengan jumlah dan kebutuhan praktik disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Setiap kelas memperoleh lima kilogram benih padi, pupuk, pestisida, serta alat penyemprot manual atau hand sprayer. Benih tersebut digunakan untuk kegiatan demonstrasi plot (demplot) dengan luas sekitar seperempat hektare.

Melalui kegiatan praktik langsung, petani diharapkan mampu memahami teknik budi daya yang lebih baik sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh pada lahan pertanian masing-masing.

Selain peningkatan keterampilan, Distanak Kukar mulai mengarahkan program pemberdayaan pada 2027 untuk mendukung pengentasan kemiskinan. Sasaran penerima akan dipetakan berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Sosial (Dinsos), dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Pemetaan tersebut direncanakan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama untuk menjangkau masyarakat pada kelompok desil satu hingga tiga.

Erwin menjelaskan, Distanak juga memiliki basis data petani melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi petani berdasarkan kelompok dan informasi identitas masing-masing.

“Kami mempunyai data yang sudah dipilah melalui aplikasi dari kementerian, yaitu Simluhtan. Pendataannya berdasarkan kelompok dan di dalam kelompok tersebut tersedia data by name by address,” tutupnya.

Melalui penguatan pelatihan, sekolah lapang, dan pemanfaatan data penerima manfaat, Pemkab Kukar berupaya meningkatkan efektivitas program pemberdayaan pertanian agar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Pelaksanaan program secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan produktivitas petani sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat serta pencapaian target pemberdayaan 100 ribu petani, peternak, dan nelayan produktif di Kukar. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *