Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Perikanan DKP Kukar, Sabar Handoyo (Photo/Reza)

Realisasi Bantuan Perikanan Kukar Capai 60 Persen, Ini Rinciannya

DKP Kukar melanjutkan penyaluran bantuan sarana produksi perikanan budi daya yang telah terealisasi sekitar 60 persen sambil menunggu DPA perubahan dan memperluas pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan lokal.

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat realisasi program bantuan perikanan budi daya tahun 2026 telah mencapai sekitar 60 persen. Penyaluran bantuan terus dilakukan untuk mendukung produktivitas pembudi daya, sementara penyelesaian program lainnya masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) perubahan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Perikanan Budi Daya DKP Kukar, Sabar Handoyo, mengatakan pihaknya berupaya menuntaskan seluruh program bantuan yang telah direncanakan hingga akhir tahun anggaran.

“Sejauh ini, realisasi penyaluran bantuan sudah mencapai sekitar 60 persen. Kami masih menunggu DPA perubahan agar seluruh program dapat direalisasikan hingga 100 persen,” ujarnya saat ditemui di Kantor DKP Kukar, Tenggarong, Kamis (05/11/2026).

Penyaluran bantuan pakan kepada Pokdakan (Photo/Istimewa)

Program bantuan tersebut mencakup sejumlah kebutuhan usaha perikanan budi daya, mulai dari pakan ikan, benur atau benih udang, rumput laut, hingga probiotik.

Dalam data yang disampaikan, bantuan tahun 2026 meliputi 110.000 sak pakan ikan, 4.652.000 kilogram rumput laut, 297.496 ekor benur, serta 3.411 botol probiotik. Namun, rincian tersebut masih perlu dipastikan sebagai alokasi program atau jumlah yang telah disalurkan.

Sabar menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kebutuhan usaha pembudi daya. Untuk kawasan pesisir, bantuan benur difokuskan ke Kecamatan Anggana dan Muara Badak, sedangkan bantuan rumput laut diarahkan ke Muara Badak.

Sementara itu, bantuan pakan ikan menjangkau wilayah tengah hingga hulu Kukar yang memiliki aktivitas perikanan air tawar. Selain bantuan sarana produksi, DKP Kukar turut mendukung pengembangan komoditas ikan mas, lele, patin, dan nila melalui kegiatan perbenihan dan pembinaan usaha budi daya.

Saat ini, lebih dari 2.000 kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) disebut telah terdata di DKP Kukar. Kelompok-kelompok tersebut menjadi bagian dari sasaran pembinaan sektor perikanan yang setiap tahun mengajukan berbagai kebutuhan bantuan.

Meski program bantuan terus berjalan, kegiatan perikanan budi daya masih menghadapi tantangan akibat kondisi musim kemarau, terutama bagi pembudi daya yang menggunakan kolam tanah. Salah satu wilayah terdampak adalah Kecamatan Loa Kulu, tempat sejumlah pembudi daya mengandalkan pasokan air dari saluran yang terhubung dengan Sungai Mahakam.

Menurut Sabar, kondisi pasang air sungai belum mampu menjangkau seluruh saluran tersier menuju kolam pembudi daya. Akibatnya, sebagian kolam masih memperoleh pasokan air, sedangkan kolam lainnya mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ketersediaan air merupakan kebutuhan penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan budi daya ikan air tawar. Di samping menghadapi kendala pasokan air, DKP Kukar berupaya memperkuat kemampuan pembudi daya melalui pelatihan pembuatan pakan ikan dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Pelatihan tersebut menggunakan bahan seperti tepung ikan dan dedak sebagai alternatif dalam pembuatan pakan untuk mendukung kebutuhan usaha budi daya. Kegiatan pelatihan telah dilaksanakan di Kecamatan Loa Kulu dan direncanakan diperluas ke Kecamatan Kota Bangun serta Kembang Janggut.

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan DKP Kukar terhadap program Petani/Nelayan Tangguh melalui pemberdayaan 100 ribu petani dan nelayan produktif dalam 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

Melalui pengembangan keterampilan tersebut, pembudi daya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengelola kebutuhan produksi sekaligus memanfaatkan potensi bahan baku yang tersedia di daerah.

Sabar juga menyebut target produksi perikanan Kukar berada pada kisaran lebih dari 200 ribu ton per tahun. Pencapaian target tersebut didorong melalui penguatan bantuan sarana produksi, pengembangan perbenihan, dan peningkatan kapasitas kelompok pembudi daya.

Pengembangan ikan nila menjadi salah satu perhatian, terutama melalui kegiatan pembibitan di Kecamatan Loa Kulu yang memiliki potensi perikanan air tawar.

Dengan berlanjutnya penyaluran bantuan dan rencana perluasan pelatihan, DKP Kukar berharap produktivitas usaha perikanan budi daya semakin meningkat, sekaligus memperkuat kemampuan pembudi daya dalam menghadapi tantangan produksi dan menjaga keberlanjutan usaha di berbagai wilayah Kukar. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *