Pemkab Kukar mengalokasikan 21 persen APBD 2026 untuk sektor pendidikan, dengan sekitar Rp981 miliar dari anggaran Disdikbud digunakan bagi gaji dan TPP, sementara program bantuan sekolah dan perlengkapan siswa tetap disiapkan.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan 21 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 untuk sektor pendidikan. Dari sekitar Rp1,19 triliun anggaran yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, sebanyak Rp981 miliar diperuntukkan bagi pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), terutama guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Alokasi pendidikan sebesar 21 persen tersebut melampaui batas minimal 20 persen yang diamanatkan konstitusi. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar dalam memenuhi kebutuhan layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Heriansyah mengatakan, pengalokasian anggaran pendidikan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap pemenuhan layanan dasar masyarakat.
“Ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memajukan sektor pendidikan dan menunjukkan keberpihakan terhadap pendidikan, karena sektor ini merupakan layanan dasar yang harus kita penuhi,” kata Heriansyah saat ditemui di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (27/10/2026).
Besarnya alokasi belanja pegawai menunjukkan bahwa pembayaran gaji dan TPP masih menjadi komponen utama dalam anggaran yang dikelola Disdikbud Kukar. Berdasarkan angka yang disampaikan, kebutuhan tersebut mencapai sekitar 82,4 persen dari total anggaran dinas.
Sementara itu, anggaran di luar belanja gaji dan TPP mencapai sekitar Rp209 miliar berdasarkan selisih kedua angka tersebut. Namun, nilai itu belum dirinci menurut masing-masing program dan kegiatan pendidikan.
Selain memenuhi kebutuhan belanja pegawai, Pemkab Kukar juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung operasional sekolah melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler dan BOS afirmasi.
BOS reguler diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasional satuan pendidikan, sedangkan BOS afirmasi ditujukan untuk membantu sekolah yang menghadapi keterbatasan akses dan layanan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah menjalankan kegiatan pembelajaran sekaligus mengurangi hambatan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan.
Di samping bantuan operasional, Pemkab Kukar menyediakan program bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik. Bantuan tersebut meliputi seragam, sepatu, dan tas yang diberikan secara gratis.
Program itu menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah untuk meringankan pengeluaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Heriansyah menjelaskan, pemerintah daerah juga memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah negeri agar masyarakat dapat memperoleh layanan pendidikan yang lebih terjangkau.
Meski berbagai program telah disiapkan, ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaannya tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran yang dialokasikan. Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat perlu diperkuat agar informasi mengenai bantuan pendidikan dapat diketahui secara luas, terutama oleh keluarga yang membutuhkan.
Selain itu, pelaksanaan program harus memperhatikan ketepatan sasaran penerima manfaat, penggunaan anggaran sesuai peruntukan, serta ketepatan waktu penyaluran bantuan. Langkah tersebut diperlukan agar dukungan anggaran yang telah disediakan benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah, peserta didik, dan masyarakat.
Melalui alokasi anggaran pendidikan sebesar 21 persen dari APBD 2026, Pemkab Kukar berharap pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, dukungan operasional sekolah, dan bantuan perlengkapan peserta didik dapat berjalan secara berkesinambungan. Kebijakan ini diharapkan memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat Kukar. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan