Sebanyak 96 atlet guru dengan total rombongan sekitar 250 orang diberangkatkan mengikuti PORSENIJAR Kalbar 2026 di Singkawang dengan target meraih juara umum dan melaju ke tingkat nasional.
KUBU RAYA – Sebanyak 96 atlet guru yang tergabung dalam kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kubu Raya disiapkan untuk bersaing dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 di Kota Singkawang. Dengan dukungan anggaran pemerintah daerah dan sejumlah pihak, kontingen tersebut membidik prestasi terbaik hingga peluang melaju ke tingkat nasional pada 2027.
Keberangkatan kontingen dilepas langsung oleh Bupati Kubu Raya (Kubu Raya), Sujiwo, di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (2/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia meminta para peserta menjadikan kompetisi sebagai ruang menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat persaudaraan antarguru.
Menurut Sujiwo, keberhasilan dalam perlombaan tidak semata-mata diukur dari jumlah kemenangan. Sikap sportif, kemampuan menerima hasil pertandingan, serta menghargai keunggulan peserta lain juga menjadi bagian penting yang harus dijaga selama kompetisi.
Ia menilai kegiatan PORSENIJAR memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar perebutan gelar juara. Pertemuan para guru dari berbagai daerah dapat menjadi sarana membangun kekompakan dan memperkuat kerja sama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Guru juga membutuhkan ruang untuk menyegarkan pikiran, berkumpul, dan mempererat kebersamaan. Namun, yang paling utama dari kegiatan ini adalah membangun soliditas internal guru. Tidak mungkin kolaborasi dapat berjalan dengan baik apabila tidak didukung kekompakan,” ujarnya.
Untuk mendukung partisipasi kontingen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya mengalokasikan bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp100 juta. Dukungan tambahan sebesar Rp20 juta juga dihimpun melalui semangat gotong royong, masing-masing Rp5 juta dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Raya, Rp5 juta dari Bank Kalbar, serta Rp10 juta dari bantuan pribadi Bupati.
Selain dukungan keberangkatan tersebut, Sujiwo menyebut telah memberikan bantuan pribadi sebesar Rp45 juta untuk pelaksanaan PORSENIJAR tingkat kabupaten. Dana itu dibagikan kepada sembilan kecamatan dengan alokasi masing-masing Rp5 juta.
Sujiwo menekankan pentingnya transparansi dalam penyampaian sumber pendanaan agar masyarakat dapat membedakan bantuan yang berasal dari anggaran pemerintah dan kontribusi pihak lain. Ia menilai dukungan terhadap kegiatan positif seperti PORSENIJAR merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan ruang pengembangan bagi tenaga pendidik.
Sementara itu, Ketua PGRI Kubu Raya, Zainiansyah, menjelaskan bahwa kontingen yang diberangkatkan telah melewati proses seleksi berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Mereka dijadwalkan mengikuti kompetisi selama satu minggu di Singkawang.
Menurut Zainiansyah, terdapat tiga kategori utama yang dipertandingkan, yakni olahraga, seni, dan pembelajaran. Pada kategori olahraga, peserta akan bersaing dalam cabang bola voli, sepak takraw, tenis meja, bulu tangkis, dan sepak bola mini (mini soccer).
Kategori seni meliputi lomba melukis, menyanyi solo, menyanyi beregu atau paduan suara, serta tari tunggal. Sementara itu, kategori pembelajaran menghadirkan Inovasi Pembelajaran (INOBEL), yang menjadi wadah bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dan metode pengajaran yang lebih menarik bagi peserta didik.
Program INOBEL mencakup jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui kategori tersebut, para pendidik didorong menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Untuk mengikuti seluruh rangkaian kompetisi, PGRI Kubu Raya menyiapkan sekitar 96 atlet. Jika digabungkan dengan ofisial dan peserta lain yang memperoleh surat tugas dari Dinas Pendidikan Kubu Raya, jumlah rombongan diperkirakan mencapai 250 orang.
Zainiansyah juga mengapresiasi dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kubu Raya yang membantu menyediakan bus untuk mengangkut kontingen menuju Singkawang. Dukungan tersebut dinilai membantu kelancaran mobilisasi peserta selama mengikuti kegiatan tingkat provinsi.
Kontingen Kubu Raya kini membidik gelar juara umum sebagai target utama. Hasil kompetisi di tingkat Kalbar nantinya menjadi peluang bagi para peserta untuk melanjutkan perjuangan ke ajang nasional yang diperkirakan berlangsung pada 2027.
Dukungan pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat diharapkan tidak hanya mengantarkan kontingen meraih prestasi, tetapi juga memperkuat solidaritas guru serta mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan di Kubu Raya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan