Pemprov Kaltara mendorong pengembangan jagung di Bulungan dengan memperkuat pendampingan petani, ketersediaan sarana produksi, akses permodalan, dan kepastian penyerapan hasil panen.
BULUNGAN – Kepastian pasar dan dukungan sarana produksi menjadi faktor penting agar pengembangan jagung di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pun mendorong pendampingan berkelanjutan, akses permodalan, serta penyerapan hasil panen untuk mendukung produktivitas pertanian lokal.
Komitmen tersebut disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltara, Sapi’i, saat menghadiri kegiatan penanaman jagung di RT 54, Desa Salim Batu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan, Senin (2/11/2026). Ia hadir mewakili Gubernur Kaltara.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Sapi’i menyampaikan bahwa ketahanan pangan berperan penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan stabilitas daerah. Karena itu, peningkatan produksi pangan lokal perlu menjadi perhatian agar kebutuhan masyarakat tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Pemenuhan kebutuhan pangan harus kita upayakan secara mandiri dengan meningkatkan produksi pangan lokal dan memanfaatkan potensi lahan pertanian yang tersedia,” katanya.
Menurut Sapi’i, Bulungan, terutama Desa Salim Batu, memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan subur. Potensi tersebut perlu dikelola secara terencana, produktif, dan berkelanjutan agar mampu menghasilkan komoditas pangan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Ia menilai lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif. Salah satu upaya yang didorong adalah pengembangan budi daya jagung untuk meningkatkan produksi pangan di Kaltara.
Namun, Sapi’i mengingatkan bahwa pengembangan pertanian tidak cukup dilakukan melalui kegiatan penanaman. Petani membutuhkan dukungan sejak tahap persiapan hingga pemasaran hasil panen.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara bersama instansi terkait diminta memberikan pendampingan dan penyuluhan secara berkelanjutan. Pemerintah juga perlu memperhatikan ketersediaan benih dan pupuk, akses permodalan melalui Bankaltimtara, serta kepastian penyerapan hasil panen oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).
“Petani harus mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari penyediaan benih dan pupuk hingga akses permodalan dan kepastian pasar bagi hasil panen,” jelasnya.
Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan jagung dinilai berpotensi membuka peluang ekonomi di kawasan perdesaan. Peningkatan produksi diharapkan berdampak pada pendapatan petani dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemprov Kaltara mendorong kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat. Kerja sama diperlukan agar pengembangan sektor pertanian tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut hingga menghasilkan produksi dan manfaat ekonomi yang nyata.
Kegiatan di Desa Salim Batu juga diisi demonstrasi penggunaan alat penanam benih jagung bernama Konsider bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Setelah itu, penanaman dilakukan bersama Kelompok Tani Budaya Senuman Desa Salim Batu dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Palas.
Turut hadir Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, serta Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, Steyven Jonly Manopo.
Melalui pengembangan jagung yang didukung sarana produksi, pendampingan, pembiayaan, dan kepastian pasar, Pemprov Kaltara berharap potensi pertanian Bulungan dapat berkembang menjadi salah satu penopang kemandirian pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat desa. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan