Permudah Akses Warga Desa, Pemkab Paser Perluas Distribusi Pangan

Program Roda Pangan di Paser telah menjangkau lima desa melalui gerai mitra, sementara Dinas Ketahanan Pangan berencana memperluas jaringan distribusi agar masyarakat di wilayah terpencil lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

PASER – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), terus memperkuat distribusi kebutuhan pokok melalui program Roda Pangan untuk memastikan masyarakat di wilayah desa, termasuk daerah terpencil, memperoleh akses pangan dengan harga yang telah ditetapkan. Setelah menyelesaikan penyaluran tahap kedua pada akhir Oktober 2026, pemerintah daerah berencana memperluas jaringan distribusi melalui penambahan gerai mitra dari lima menjadi 10 gerai.

Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Paser, M. Arpah, mengatakan penyaluran kembali komoditas pangan dilakukan setelah persediaan di sejumlah gerai mitra yang telah ditunjuk habis akibat penjualan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Paser, M. Arpah

“Pendistribusian kembali ini dilakukan seiring habisnya stok komoditi dari penyaluran sebelumnya di outlet-outlet mitra yang telah ditunjuk”, Ujar Arpah, Senin (02/11/2026).

Saat ini, program Roda Pangan telah menjangkau lima desa, yakni Desa Labuan Kalo, Desa Selengot, Desa Keladen, Desa Rantau Buta, dan Desa Kayungo Sari.

Melalui jaringan distribusi tersebut, pemerintah daerah berupaya mendekatkan ketersediaan bahan pangan kepada masyarakat sehingga kebutuhan pokok dapat diperoleh tanpa harus melakukan perjalanan jauh menuju pusat perdagangan.

Arpah menjelaskan, pendistribusian komoditas tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi berdasarkan laporan kebutuhan dari masing-masing wilayah. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan jumlah pasokan yang akan disalurkan setiap bulan.

“Sistem pendistribusian kita menunggu laporan dan data kepastian dari lapangan. Dari laporan tersebut, kita bisa melihat seberapa besar animo masyarakat sebelum menyalurkan pasokan setiap bulannya,” Imbuhnya.

Menurut Arpah, mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan distribusi komoditas pangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat menyesuaikan jumlah pasokan berdasarkan tingkat permintaan yang dilaporkan oleh mitra di lapangan.

Selain menjaga ketersediaan pangan, program Roda Pangan juga bertujuan mengurangi hambatan akses masyarakat di wilayah terpencil terhadap kebutuhan pokok, terutama yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk berbelanja.

“Masyarakat di desa tidak perlu lagi menempuh jarak yang sangat jauh untuk mendapatkan komoditi pangan. Cukup tunggu di rumah, kita antarkan, dan mereka bisa mendapatkan harga pangan yang sama dengan harga yang sudah ditetapkan di wilayah Kabupaten Paser,” jelasnya.

Untuk meningkatkan jangkauan pelayanan, Dinas Ketahanan Pangan Paser berencana mengembangkan jaringan distribusi yang saat ini didukung lima gerai mitra menjadi lebih luas.

Penambahan gerai diharapkan dapat memperpendek jarak distribusi, memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, serta meningkatkan variasi komoditas pangan yang tersedia di desa-desa sasaran.

“Ke depannya kami berencana menambah hingga 10 outlet mitra baru guna memperluas jangkauan dan menambah variasi komoditi pangan yang disalurkan”, Pungkasnya.

Melalui penguatan distribusi berbasis kebutuhan lapangan dan rencana penambahan gerai mitra, Dinas Ketahanan Pangan Paser berharap program Roda Pangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, menjaga kesinambungan pasokan kebutuhan pokok, serta membantu pemerataan akses pangan dengan harga yang terjangkau hingga wilayah terpencil. [] (ADV)

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *