Karya Ecoprint Tahura Paser Nature Curi Perhatian di BIFF 2026

Tujuh desain ecoprint Tahura Paser Nature tampil di BIFF 2026 dan membuka peluang kerja sama pemasaran kain secara berkelanjutan melalui galeri BIFF di Australia.

SAMARINDA – Produk ecoprint asal Desa Petangis, Kabupaten Paser, mencuri perhatian dalam Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), 1–4 Oktober 2026. Tak hanya tampil di panggung fesyen internasional, karya kelompok usaha binaan Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis itu juga membuka peluang pemasaran berkelanjutan hingga Australia.

Keikutsertaan dalam BIFF menjadi pengalaman pertama bagi Tahura Paser Nature tampil dalam ajang internasional berskala besar. Salah satu perajin ecoprint, Naniah, mengatakan kelompoknya membawa tujuh desain pakaian jadi yang diperagakan oleh model nasional dan internasional.

“Dalam ajang ini, Alhamdulillah kami menampilkan tujuh desain pakaian jadi hasil rancangan tim Tahura Paser Nature untuk diperagakan oleh model-model nasional dan internasional”, jelas Naniah saat dihubungi via telepon, Rabu (07/10/2026).

Kesempatan tersebut bermula ketika Pendiri BIFF Yulia Hadi menjadi narasumber dalam kegiatan business matching yang diselenggarakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Paser.

Dalam kegiatan itu, karya ecoprint Tahura Paser Nature menarik perhatian Yulia karena keunikan dan kualitas produknya. Kelompok tersebut kemudian mendapat undangan untuk membawa karya mereka ke panggung BIFF di Samarinda.

Partisipasi itu tidak berhenti pada peragaan busana. Setelah BIFF, peluang pasar yang lebih luas mulai terbuka setelah Yulia menyatakan komitmen untuk memesan kain ecoprint Tahura Paser Nature secara berkelanjutan dan membawanya ke galeri BIFF di Australia.

“Alhamdulillah ada kerja sama lebih lanjut. Setelah tampil di BIFF, founder akan berlangganan kain ecoprint kita untuk dibawa ke galeri mereka yang ada di Australia,” imbuhnya.

Peluang tersebut menjadi langkah penting bagi produk kreatif asal Paser untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan identitas daerah melalui produk berbasis bahan alami.

Naniah berharap keikutsertaan dalam BIFF menjadi pintu bagi ecoprint Paser untuk semakin dikenal masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri. Produk tersebut juga diharapkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi turut menyampaikan pesan pelestarian lingkungan melalui tema “dari alam untuk alam”.

“tentu kami berharap, setelah kegiatan ini produk ecoprint Paser semakin dikenal masyarakat luas dan mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai dan menjaga kelestarian alam sekitar”, Pungkasnya. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *