Disangka Tersesat dan Hilang, Ternyata Pulang Kampung

KUTAI KARTENEGARA – KABAR hilangnya Muhammad Zaenul Arifin yang diduga tersesat di perkebunan kelapa sawit, Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa hari lalu akhirnya terungkap.

Pria yang berdomisili di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tersebut nyatanya tidak hilang, melainkan pulang kampung ke Nusa Tenggara Barat (NTB), tanpa memberi tahu kepada sang istri.

Zaenul dilaporkan mau pulang dari Tenggarong ke Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, naik sepeda motor, Kamis 22 Februari 2024 sekitar pukul 14.00 WITA. Keluarga dari sang istri sempat panik karena Muhammad Zaenul Arifin mengaku tersesat di perkebunan kelapa sawit melalui pesan WhatsApp (WA).

“Dia melintasi area kebun sawit milik PT Hamparan Sentosa di Desa Menamang Kanan sendirian. Namun diduga tersesat dan tidak tahu jalan keluar. Dia sempat mengirimkan pesan WhatsApp ke keluarganya sebelum ponselnya mati karena kehabisan baterai,” jelas Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi, dalam keterangan resminya dikutip Senin (26/02/2024).

Awalnya pihak keluarga berusaha melakukan pencarian sendiri, namun tidak membuahkan hasil. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan. Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda lantas diinstruksikan untuk meluncur ke TKP dan melakukan pencarian.

Kabar hilangnya Muhammad Zaenul Arifin beberapa waktu lalu juga disangkutpautkan dengan hal-hal mistis.

 

Belakangan, Kepala Desa (Kades) Menamang Kanan Amri menegaskan, Muhammad Zaenul Arifin tidak hilang, melainkan pulang ke tempat asalnya di Lombok. “Kami mengakhiri pencarian pada Minggu sore setelah tahu kalau dia tidak hilang, ternyata pulang kampung ke Lombok, NTB,” kata Amri, Senin (26/02/2024).

Amri menjelaskan terkait pesan WA yang dikirimkan kepada sang istrinya itu memang benar. “Dari pesan WA itu, makanya kami membantu mencarinya karena lokasi itu di tempat kami dan ternyata bukan hilang, padahal kami sudah mencari sampai subuh di dalam sawitan,” jelasnya.

Saat itu, kata dia, pihak kepolisian juga ikut membantu dengan melacak keberadaan pria tersebut melalui nomor handphone yang digunakannya. “Ketahuannya itu pada Minggu kemarin, waktu dilacak nomor handphonenya oleh kepolisian, ternyata lokasinya di Lombok,” ucapnya.

Mengenai rekaman video CCTV yang beredar di media sosial, Amri menegaskan rekaman itu tidak benar adanya. “Video CCTV di facebook itu bukan dia, tapi orang yang memang bekerja di situ dan kebetulan lewat di pos,” sebutnya.

Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena banyak pihak yang dirugikan. “Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua, kita seperti merasa dibohongi atas kejadian ini,” pungkasnya.[]

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Agus P Sarjono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com